Bondowoso, MotimNews. Penyerahan kunci pasar Induk Bondowoso oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara simbolis diberikan kepada Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Bondowoso (P3IB) oleh kepala Diskoperindag, Kamis (19/4). Hadir dalam penyerahan kunci Kepala Satpol PP, Kepala Diskominfo, Sekretaris Dinas PUPR, Perwakilan Kodim 0822 dan Waka Polres Bondowoso serta ratusan pedagang di lantai 2 pasar Induk Bondowoso.
Drs. Bambang Sukwanto, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) mengatakan, sesuai dari hasil kesepakatan bersama antara Pemkab dengan pedagang, pembagian kunci akan dilakukan mulai Kamis-Jum’at (19-20 April) dan penempatan padagang juga tidak melalui lotre, karena Pemkab menggunakan sistem zonasi.
Lanjut Bambang, untuk menempati pasar induk para pedagang harus melunasi hutang retribusinya atau biaya pendaftaran baru. Sedangkan jumlah yang akan dibayar oleh pedagang di lantai 1 (bawah) sebesar Rp 450 ribu kali luas kios dan lantai 2 (atas) sebesar Rp 400 ribu kali luas kios.
“Pelunasan pendaftaran baru sampai akhir bulan Oktober. Sedangkan hari ini selain pembagian kunci, juga pengumuman tenggang waktu relokasi kepada para pedagang,” katanya.
Tenggang waktu diberikan kata Bambang, karena dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih memperbaiki jalan tangga di sebelah Timur pasar induk. Selain itu, juga perbaikan jalan aspal yang akan segera dilakukan oleh Dinas PUPR.
Kendati demikian, pembongkaran pasar di depan oleh para pedagang tenggang waktu yang diberikan satu minggu. Akan tetapi para pedagang tersebut mintanya 10 hari.
“Jumlah kios di lantai 1 sebanyak 256 unit kios dan lantai 2 (atas) 315 unit kios. Jadi jumlah kios keseluruhan sebanyak 571 unit kios. Sedangkan jumlah pedagang lapak (peltaran red) sebanyak 300 lebih,” jelasnya.
Sementara Didin Alhatdad, ketua P3IB yang juga salah satu pedagang konfeksi mengatakan, pembongkaran dan pemindahan dari luar ke dalam pasar, paling lama 5 hari sudah selesai.
“Kalau saya mau dijadikan 1 paguyuban tidak masalah, antara paguyuban yang lama dengan yang baru dibentuk mari sama-sama di kumpulkan. Terbentuknya paguyuban yang baru, para pedagang kemungkinan banyak yang tidak suka kepada paguyuban yang lama,” katanya.
Lanjut Didin, dirinya menerima kunci karena selain ketua paguyuban juga sebagai pedagang di lantai 1. Sejatinya, kunci yang sudah diterima sebagai bentuk dimulainya pembukaan pasar induk yang baru selesai dibangun.
Catatan Memo Timur, pasar induk Bondowoso terbakar pada September 2014. Kemudian dibangun tahap awal di lantai 1 (bawah) tahun 2016 dan dilanjutkan tahap II pada lantai 2 (atas) tahun 2017 oleh Dinas PUPR.(cw3)
0 komentar: