Tulungagung, MotimNews. Hanya gara-gara foto, lima Aparatur Sipil Negara (ASN) diperiksa oleh Panitia Penagawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulungagung. Mereka berfoto dengan salah satu pasangan calon (paslon) peserta pilkada dan dengan tim sukses (timses) calon tertentu.
Tak tanggung-tanggung, mereka dari kepala organisasi perangkat daerah, dua camat, kepala bagian di Setda Kabupaten Tulungagung, dan kepala bidang di Dinas Perhubungan.
“Kami undang lima ASN ini untuk memberikan keterangan dengan mekanisne klarifikasi,” ujar Ketua Komisioner Panwaslu Kabupaten Tulungagung, Endro Sunarko, Rabu (18/4).
Pemeriksaan terhadap lima ASN itu dilakukan secara tertutup di kantor Panwaslu, Jalan I Gusti Ngurah Rai No.65, Jepun, Kecamatan Tulungagung. “Kami temukan dugaan netralitas ASN dalam foto yang beredar di Medsos sudah bergestur pada salah satu paslon,” terang Endro lebih lanjut.
Apapun hasil dari pemeriksaan itu, terbukti taupun tidak, pihaknya akan menyampaikan dan rekomendasikan kepada Pjs Bupati untuk ditindaklanjuti, baik berupa sanksi ataupun pembinaan.
“Akan kita sampaikan pada pimpinan daerah agar memberikan pembiaan atau sanksi terhadap lima ASN itu,” terangnya.
Panwaslu menyerahkan seluruhnya soal sanksi kepada Pemerintah Daerah. Dirinya hanya merekomendasikan terbukti atau tidak terbukti. Pemeriksaan terhadap lima ASN bisa dilakukan lebih dari satu kali sesuai dengan kebutuhan. “Sementara cukup sekali ini, selanjutnya akan kita lakukan kajian dan pleno,” ujar pria berpostur tinggi itu.
Klarifikasi dilakukan untuk mengetahui kapan foto itu dibuat. Pasalnya pihaknya hanya memproses berdasarkan tanggal foto itu diunggah ke medsos. Tak hanya melalui medsos, ada juga foto yang dikirimkan secara pribadi kepada dirinya.
“Fotonya kadang dibuat sebelum ditetapkan tapi mengunggahnya sesudah penetapan paslon, kita melihatnya dari tanggal kirim atau unggah, ha ini yang kita karifikasi,” tuturnya.
Salah satu ASN yang dipanggil berstatus sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tulungagung, Justi Taufik. Justi Taufik diperiksa lantaran foto dirinya dan salah satu Kepala Bagian di Setda Kab Tulungagung beredar bersama salah satu Paslon. Namun Justi menampik jika dia berfoto dengan salah satu paslon. Dirinya berdalih foto itu diambil saat Syahri Mulyo masih menjabat sebagai Bupati.
“Saat itu masih sebagai Bupati, dan tidak ada unsur kampanye sama sekali,” ujar pria yang akrab dipanggil justi itu.
Terkait simbol tangan saat berfoto yang memperlihatkan 2 jari, dirinya berdalih jika tanda itu bermakna damai dan bukan mengkampanyekan salah satu calon. “Itukan maksudnya damai, bukan kampanye,” tandas Justi.
Pemeriksaan terhadap lima ASN itu dilakukan sejak Selasa (17/4) kemarin. Pada hari pertama dua camat diperiksa. Seang hari ini rencananya tiga orang dipriksa. Namun satu ASN tidak bisa hadir lantaran sedang dinas luar kota. Untuk selanjutnya pemeriksaan dilakukan pada Jum’at (20/4) esok.(agus)
0 komentar: