Kamis, 18 Januari 2018

Dilaporkan Hilang, Ditemukan Mengambang di Pantai

SHARE


Jember, Motim
Mayat Mujiono (54), warga Dusun Gadungan, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger ditemukan warga di pinggir pantai Pancer, Puger, Rabu (17/1). Mujino  dinyatakan hilang di sungai Besini, Selasa (16/1) pukul 23.00 WIB.

“Korban dinyatakan hilang di sungai Besini sejak Selasa (16/1) pukul 23.00WIB, setelah korban pergi dan tidak kembali lagi ke rumahnya. Korban mengalami depresi berat selama 15 hari dan setelah membeli obat korban tidak kembali lagi kerumah. Tiba-tiba dengar kabar mayat korban ditemukan di pantai Pancer, Puger,” kata keluarga korban Kurdi (56) saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/1).

Menurut Kurdi, hilangnya Mujiono sempat membuat pihak keluarga panik. Mencari kemana-mana, namun hasilnya masih nihil. Hingga kemarin siang keluarga mendapat informasi bahwa Mujiono ditemukan di pantai Pancer, Puger dalam keadaan tidak bernyawa.

Mendapat informasi tersebut, langsung saja keluarga menuju ke lokasi dan ternyata benar. Mayat yang ditemukan warga adalah Mujiono. “Setelah dari lokasi penemuan mayat, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi,” jelas Kurdi.

Kurdi menambahkan, saat keluar dari rumah kondisi Mujiono sedang mengalami depresi. Karena dia sedang sakit, korban membeli obat di toko klontong dan meminumnya. Setelah itu keluar rumah dan tidak kembali. “Mujiono sendiri saat keluar rumah cuma mengenakan sarung dan baju warna kuning. Tanpa mengenakan alas kaki,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Puger AKP Sudariyanto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa mayat korban ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan. Setelah datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya kemudian mendatangkan Tim Inafis Polres Jember dan menyebarkan kabar penemuan mayat tersebut.

“Setelah itu ada dua orang pihak keluarga datang ke TKP dan mengenalinya, bahwa mayat itu ialah Mujiono yang hilang kemarin. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepala desa kasiyan, pihak keluarga tidak mau dilakukan autotpsi. Menerima kejadian yang dialami oleh korban adalah musibah, dan pihak keluarga juga membuat pernyataan agar tidak dilakukan ototpsi. Kemudian mayat itu dibawa oleh keluarga, untuk dilakukan pemakaman,” tegas Sudariyanto. (*)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: