Jumat, 26 Januari 2018

Sempat Dikira Mayat Bayi, Warga Temukan Bungkusan Kafan di TPU

SHARE
Lumajang, Motim
Warga Desa Banyuputih, Kecamatan Randuagung, Kamis (25/1) sekira pukul 13.00 Wib, mendadak heboh. Pasalnya, salah satu warga setempat menemukan bungkusan kain kafan di sekitaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat dikira mayat bayi.

Warga pun terus menguburnya di TPU tersebut. Hal itu mengundang perhatian warga yang lain kemudian dilaporkan ke Kepala Desa (Kades) dan Polsek Randuagung juga Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lumajang. Hampir bersamaan, Kades dan petugas dari Polsek Randuagung dan Polres Lumajang tiba di TPU.

Tanpa membuang waktu, petugas langsung membongkar kuburan tersebut mengambil bungkusan yang dikira mayat bayi itu lalu dikirim ke Kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang menggunakan mobil ambulan desa berharapa untuk dilakukan Outopsi.

“Anggota kami bersama petugas SPK tidak melihat apa isi bungkusan kain kafan itu. Begitu diangkat dari kuburan it uterus dimasukkan ke mobil ambulan terus dibawa ke RSUD. Saat dibuka, ternyata bangkai ayam,”tutur Kapolsek Randuagung AKP M. Toha, SH kepada Memo Timur via ponselnya.

Kepala Kamar Mayat RSUD dr. Haryoto Ahmad  Mustofa saat ditemui Memo Timur di kantornya mengatakan, begitu mobil ambulan dari Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, itu sampai didepan pintu, dirinya terus mengambil kereta jenazah untuk membawa mayat bayi dimaksud.

Ternyata, yang diturunkan petugas dari ambulan sebuah kardus yang didalamnya terdapat bungkusan kain kafan yang diduga berisi mayat bayi. Dibantu petugas yang lain, bungkusan itu terus dibawa ke kamar mayat untuk dilakukan pemeriksaan.

Betapa kagetnya, ketika bungkusan kain kafan itu dibuka ternyata berisi bangkai anak ayam penuh darah. Awalnya, dirinya mengira bungkusan itu berisi mayat bayi. Karena melihat kain kafannya itu diikat sama seperti orang meninggal dunia pada umumnya.

“Setelah dibuka, ternyata berisi bangkai ayam, langsung saya bakar. Bisa jadi bungkusan itu milik orang yang tengah belajar ilmu hitam untuk pesugihan, kekebalan atau lainnya Mas,”tambah Ahmad Mustofa. (cho)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: