Jember, Motim
Tercatat ada 5 titik bencana longsor dan 10 titik bencana banjir yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, pada Selasa malam (23/1) hingga Rabu (24/1) dini hari.
“Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember menyebabkan sejumlah kawasan longsor dan air sungai meluap hingga menyebabkan banjir yang menerjang beberapa kecamatan di Jember,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Widi Prasetyo di sela-sela memantau lokasi bencana.
Dari catatan yang dihimpun BPBD Jember, sedikitnya ada lima titik bencana longsor yakni RT 07/RW 01 Dusun Krajan, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat; RT 01/RW06 Dusun/Desa Ajung, Kecamatan Kalisat; RT 02/RW 06 Dusun/Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Jalan Pattimura Dusun Krajan di Desa/Kecamatan Kalisat, dan kawasan Gunung Gumitir di Desa Garahan, Kecamatan Silo.
”Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor tersebut, namun sejumlah rumah warga terdampak longsor dan akses jalan desa dan jalur perbatasan Kabupaten Jember-Banyuwangi tertimbun longsor, sehingga petugas terus melakukan pembersihan untuk membuka-tutup akses jalan yang tertimbun longsor itu,” tuturnya.
Selain longsor, banjir juga melanda beberapa kawasan seperti Perum Griya Ajung Mulia di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat; Dusun/Desa Ajung, Kecamatan Kalisat; Dusun Prasian, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat; Dusun Krajan, Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo; Dusun Darungan, Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo.
”Banjir juga menerjang Desa Krajan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang; Dusun Krajan, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo; Dusun Bringin Sari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah; Dusun Darusalam, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah; dan Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru,” sebutnya.
Menurut Widi, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Kalisat, Silo, Ledokombo, Mayang, Jenggawah, Tempurejo, dan Sumberbaru, dikarenakan intensitas curah hujan yang terjadi cukup tinggi di Kabupaten Jember.
“Untuk bencana banjir, juga beruntung tidak ada korban jiwa,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan, upaya pembersihan sejumlah akses jalan yang tertimbun longsor sudah dilakukan pada Selasa (23/1) malam dengan cara manual, namun hasilnya belum maksimal.
”Untuk longsor di Kecamatan Kalisat berdampak pada rumah warga milik Nur Jumilah (63), Totok (60) dan Aries Vidi (35) yang mengalami kerusakan berat, satu rumah milik Rian (35) mengalami kerusakan ringan, dan akses jalan Patimura terputus total akibat tertimbun material longsor, serta akses jalan Gumitir tertutup longsor mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang,” ujarnya.
Sedangkan banjir menyebabkan puluhan rumah warga di beberapa kecamatan terendam, sejumlah rumah warga rusak, pondasi masjid jebol, dan plengsengan ambrol.
”Kami mengungsikan warga yang terdampak ancaman tanah longsor dan korban yang rumahnya tertimpa longsor ke tempat sanak saudaranya yang aman,” katanya.
Kendala yang dihadapi BPBD Jember saat melakukan penanganan terhadap bencana banjir dan tanah longsor yakni hujan deras yang masih mengguyur kawasan setempat dan banyaknya kejadian bencana dalam waktu bersamaan membuat proses penanganan terlambat karena keterbatasan personel dan armada.
Untuk wilayah Kecamatan Kalisat yang mengalami banyak sekali musibah banjir dan tanah longsor, personel BPBD Jember dibantu juga dari personel Babinkamtibmas dan Babinsa setempat. Kapolsek Kalisat AKP Sukari menyampaikan, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kalisat sejak sore hari, menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi jalan raya di Desa Kalisat dan Glagahwero setinggi 50 centimeter.
“Sehingga banyak kendaraan yang melintas di sekitar TKP mogok. Petugas pun turun tangan, untuk membantu mendorong kendaraan tersebut. Selain itu, personel kami juga membantu para petugas BPBD Jember untuk mengatasi longsor di sejumlah titik ini,” ujarnya.
“Karena selain banjir, di wilayah kami juga terjadi longsor di 4 titik,” sambungnya. Beruntung saat longsor terjadi, lanjutnya, para korban berhasil menyelamatkan diri. Meski demikian akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Kalisat dengan Kecamatan Maesan Bondowoso sempat terganggu. “Kami pun juga dibantu alat berat dari PU Bina Marga untuk mengatasi longsor itu, sehingga akses jalan yang terputus dapat diperbaiki kembali,” tuturnya. (cw2)
0 komentar: