Kamis, 15 Februari 2018

Puluhan KK Diungsikan • Antisipasi Longsor Akibat Retakan dan Tanah Ambles

SHARE

Jember, MotimNews. Tercatat sudah tiga hari ini sekitar 167 warga dari 55 Kepala Keluarga (KK) yang ada di di RT 3 RW 2  Dusun Calok Desa/Kecamatan Arjasa terpaksa diungsikan. Mereka diungsikan karena khawatir dengan kondisi curah hujan yang tinggi, sehingga bisa menyebabkan musibah tanah longsor. Untuk lokasi titik aman pengungsian berada di ruang kelas PAUD Manggis 1 dusun setempat.

Diketahui ratusan warga itu diungsikan, karena ditemukan retakan cukup lebar di bukit Lereng Pegunungan Argopuro. Bahkan bukan hanya itu, dibagian bukit yang tingginya sekitar 15-30 meter itu juga mengalami ambles dengan kedalaman sekitar 80 cm. sehingga jika hujan deras maka sangat rawan longsor.

Ibu RT setempat Suriama, kepada sejumlah wartawan menyampaikan, warga yang menuju ke pengungsian itu, biasanya dilakukan saat sore hari. Terutama jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam. “Tetapi jika siang hari, warga ada yang kembali ke rumahnya untuk melihat keadaan. Ataupun juga ada yang beraktifitas bekerja,” kata Suriama, Rabu siang (14/2).

Tidak semua warga, kata Suriama, mengungsi. Bapak-bapak biasanya berjaga dirumah saat malam hari, dan mencari lokasi yang aman. “Kalau hujannya deras, ibu-ibu anak-anak dan orang tua langsung menuju ke titik pengungsian ini,” ucap Suriyama saat ditemui di lokasi pengungsian. Ada yang dibawa dengan kendaraan dan berjalan kaki. Lokasi pengungsian sendiri cukup jauh, yakni sekitar 1 kilometer.

Mereka sangat khawatir, terutama saat malam hari jika hujan deras kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Warga resah, makanya lebih baik mengungsi dulu,” tutur perempuan yang lokasi rumahnya persis dibawah kaki bukit lereng yang mengalami retakan itu. Karena memang keselamatan jiwa menjadi yang utama.

Namun diakuinya, tinggal di pengungsian memang tidak nyaman. “Ya tidak enak. Enak kalau di rumah sendiri,” tuturnya. Selain dilanda kekhawatiran, katanya, di lokasi pengungsian tidak senyaman tinggal dirumah. “Karena ya terpaksa harus tidur bertumpukan bersama dengan puluhan bahkan ratusan warga lain. Bahkan untuk memasak, harus bersama dengan makanan yang seadanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Calok Usman, yang ditemui kemarin menuturkan warga sudah sadar dan siaga bencana. Jadi mereka yang sudah mendapatkan sosialisasi inipun, lanjutnya, langsung menuju pengungsian saat hujan turun dengan deras. Menurut Usman, warga tahu lokasi bukit yang cukup rawan longsor.

“Retakan tanahnya sekitar 500 meter dengan lebar sekitar 10-100 cm serta kedalaman sampai 1-2,8 meter. juga ada yang ambles dengan kedalaman 20-100 cm,” ucap Usman. Sehingga karena tanah labil inilah, makanya masyarakat pun diutamakan untuk keselamatan jiwanga terlebih dahulu dengan diungsikan ke Pos PAUD Manggis 1 ini.

Pihaknya mengakui sejauh ini pihaknya masih terus was-was dengan area yang sangat rawan longsor ini. Sehingga pihaknya selalu menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati, utamanya jika hujan deras cukup lama. “Kalau hujan  turun deras, warga langsung kami minta untuk mengungsi ke lokasi pengungsian itu,” ucap Usman.

Dirinya mengatakan, pihaknya sudah memetakan kerawanan untuk semua KK yang rawan itu. Yang paling rawan ada sekitar 34 KK yang memang berada di pinggir tebing yang mengalami retakan. “Jarak tebing dengan rumah warga terdekat dengan ketinggian sekitar 15 meteran saja,” jelasnya. Oleh karena itu memang cukup rawan bencana.

Sementara itu, BPBD Jember kemarin siang kembali mendatangi pengungsian tersebut. Meskipun sebelumnya sudah diberikan bantuan, namun karena warga yang mengungsi hamper setiap sore sehingga barang kebutuhan pun sangat kurang. Sehingga kemarin kembali ditambahkan bantuan kepada masyarakat setempat. Diantaranya Terpal, matras, selimut, makanan tambahan gizi, lauk pauk hingga berbagai peralatan masak.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo saat ditemui di lokasi, memang mengakui jika lokasi itu sangat rawan. Bahkan, usai ditemukan retakan di lokasi, sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah mitigasi pengurangan resiko bencana. “Diantaranya kami menutup retakan dengan plastik terpal,” jelasnya.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi kejenuhan tanah karena air hujan yang masuk. Sehingga bisa menghambat terjadinya longsor. Bahkan beberapa retakan, katanya, juga sudah dilakukan penutupan. Namun, diakuinya jika ini masih tetap rawan longsor sehingga sebagai langkah aman dilakukan pengungsian tersebut. Pihaknya pun mengapresiasi kesigapan masyarakat yang mengungsi ini. “Semoga saja tidak sampai terjadi bencana,” tandasnya. (cw2)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: