Jember, Motim
Berdiri 7 tahun lebih di lingkungan RT 04, RW 07, Dusun Teratai, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Musala Darul Hikmah dengan kondisi bangunan yang semakin reyot, belum pernah mendapatkan bantuan apapun untuk renovasi. Bahkan yang lebih memperihatinkan, murid-murid yang rutin mengaji di musala tersebut malah dicatut untuk membantu musala lain agar mendapatkan bantuan.
Pengurus dan Guru Mengaji di Musala Darul Hikmah Misno menyampaikan, musala tempat dia mengajar mengaji merupakan sarana ibadah bagi warga sekitar untuk mengaji, dan untuk kegiatan pengajian rutin yang sering digelar oleh warga.
“Musala Darul Hikmah ini merupakan musala yang sering digunakan anak-anak sekitar lingkungan untuk belajar mengaji setiap harinya. Selain itu, rutin setiap dua kali seminggu, musala ini digunakan untuk pengajian muslimat,” ujar Misno kepada Memo Timur, Senin siang (8/1).
Misno menyampaikan, dengan kondisi musola yang semakin hari semakin tidak layak tersebut, dirinya bahkan warga sekitar merasa tidak mampu untuk melakukan renovasi atau perbaikan pada musala tersebut. Karena kondisi dari warga juga jauh dari kata mampu.
“Dengan kondisinya seperti itu, saya dan warga yang lain hanya bisa pasrah. Karena kondisi ekonomi, kami belum mampu untuk melakukan renovasi yang lebih baik. Sementara ini dengan kondisi seperti itu, tetap kami gunakan untuk kegiatan rutin pengajian dan belajar mengaji bagi anak-anak sekitar sini,” ujarnya.
Setiap harinya, lanjut Misno, anak-anak rajin untuk belajar mengaji bada’ Salat Magrib. “Biasanya anak-anak salat berjamaah Magrib, setelah itu dilanjutkan dengan belajar mengaji. Sambil menunggu datangnya Salat Isya,” katanya.
“Selain itu, di musala ini, rutin juga digelar pengajian rutin muslimat, hari Minggu dan Rabu. Jadi manfaatnya sangat banyak sekali dengan adanya musala ini,” sambungnya.
Dengan kondisi bangunan musala yang tidak layak tersebut, Misno berharap, ada donasi bantuan dari pemerintah, ataupun dari manapun agar ada renovasi dan perbaikan yang dilakukan pada musala tersebut.
“Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, padahal musala ini banyak digunakan oleh warga sekitar. Untuk murid yang belajar mengaji di musala kami, ada 15 orang lebih, yang merupakan anak-anak sekitar musola. Sehingga kami berharap ada perhatian, dan bantuan untuk renovasi musala kami ini,” harapnya.
“Pernah dulu ada yang menjanjikan musala kami ini akan diperbaiki. Saat itu anak-anak murid mengaji di musala ini diajak untuk berfoto di musala lain yang tidak jauh dari musala kami, lah malah yang mendapatkan bantuan musala lain,” imbuhnya.
Sehingga pihaknya pun merasa tertipu dan berharap kejadian serupa tidak sampai terjadi lagi. “Menyesal iya, tetapi kami ikhlas. Saat itu kami berharap ada renovasi di musala Darul hikmah ini, agar anak-anak nyaman belajar mengaji, tetapi mau bagaimana lagi, anak-anak difoto bersama, lah musala lain yang malah dapat bantuan,” ungkapnya kecewa.
Lebih jauh Misno menyampaikan, terkait tunjangan bagi guru ngaji dari Pemkab Jember, dirinya mengaku juga mendapatkan tunjangan tersebut. “Keluarnya tunjangan itu dua kali, pertama saat bulan puasa kemarin, sekitar bulan Juni atau Juli, kemudian yang kedua pada bulan 12 (Desember) kemarin. Totalnya (sekitar) Rp 1,2 juta. Pertama dapat Rp 700 ribu, dan kedua kemarin Rp 400 ribu,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu murid mengaji di Musala Darul Hikmah Ahmad Sobri menyampaikan, dengan kondisi musala yang terasa tidak nyaman dan sudah reyot tersebut, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah ataupun donator.
“Musala ini adalah tempat kami belajar mengaji, saya berharap bisa diperbaiki. Karena tembok gedeknya sudah banyak yang rusak, dan atapnya kalau hujan deras banyak yang bocor,’ tuturnya. (cw2)
0 komentar: