Selasa, 09 Januari 2018

Empat Kecamatan Dilanda Tanah Longsor dan Banjir Bandang

SHARE


Bondowoso, Motim
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang empat kecamatan dalam waktu yang hampir bersamaan, Minggu (7/1). Akibatnya, beberapa akses jalan menuju tempat wisata daerah Ijen tertutup bahan material.

Dampak dari bencana alam tersebut, puluhan rumah terendam banjir, satu masjid rusak dan satu orang pengendara sepeda motor dinyatakan menjadi korban luka ringan dan dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Ir. Winarto mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Ijen, tepatnya wisata Belawan di air terjun Niagara mini tersapu oleh banjir longsor

Menurut dia, akses jalan kembar yang menuju jalan masuk ke kawasan wisata Belawan di atasnya longsor. Dan saat kejadian menimpa pengendara sepeda motor. Kemudian korban dilarikan ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan pertolongan medis.

“Akses jalan menuju Ijen sempat tertutup oleh tumpukan material yang sangat tinggi. Akhirnya, tim gabungan berhasil membuka akses jalan yang dibantu dengan peralatan berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bondowoso,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, di Desa Poler Kecamatan Curahdami, akses jalan tertutup oleh rumpun bambu. “Kemarin (Minggu 7/1, red) setelah pulang dari rumah duka Nandita Oktania Adelia (korban tenggelam di wisata arung jeram), setibanya di desa Poler dihadang bambu,” urai Winarto.

Sedangkan di Dusun Lucu Kecamatan Klabang menuju akses jalan Desa Karang Anyar Kecamatan Klabang, ada jembatan yang terputus. Jadi warga yang biasa lewat disitu harus mencari jalan alternatif.
“Yang tertutup material yang sangat banyak yaitu Masjid, akibat dari longsoran tanah disertai bebatuan. Sehingga Minggu (7/1) pekerjaan masih belum bisa selesai hingga dilanjutkan pada hari ini Senin (8/1) kemarin,” tambahnya.

Winarto juga mengatakan, di Desa/kecamatan Binakal, terjadi luapan air dari sungai. Akhirnya 5 hektare sawah tanaman padi dan 150 desiare tanaman lombok milik warga terendang air lumpur.

“Dalam rangka untuk mengantisipasi, Bupati mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat bencana banjir pada tanggal 17 November 2017 sampai 31 Desember 2017 dan kemudian diperpanjang lagi sampai 29 Februari 2018,” pungkasnya. (cw3)  

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: