Jember, MotimNews. Dinas Pendidikan Jawa Timur cabang Jember targetkan siswa siswi Jember masuk 10 besar provinsi dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pelaksanaan UNBK hari pertama SMK di Jember, diikuti 12.794 siswa. Dimana pelaksanaan itu dilakukan di 160 lembaga SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur cabang Jember Lutfi Isa Anshori menyampaikan, untuk Jember, ditargetkan masuk 10 besar provinsi. Kemudian untuk awal pelaksanaan, adalah lembaga SMK se Kabupaten Jember. “Namun diketahui, masih ada SMK yang menumpang sebanyak 43 lembaga,” ujar Lutfi Isa saat ditemui sejumlah wartawan, Senin (2/4).
Sehingga dalam UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia kemarin, lanjutnya, beberapa lembaga mengadakan UNBK ini dengan dilaksanakan hingga 3 sesi ujian. “Meskipun terbagi tiga sesi, kami yakinkan tidak ada soal yang sama,” tegas Lutfi. Karena untuk paket soal ini ada ratusan jenis soal yang tidak sama satu sama lain.
Dengan demikian, seluruh siswa mengerjakan UNBK ini sesuai dengan kemampuannya masing-masing karena tidak mungkin saling bekerjasama. Lutfi mengungkapkan, jika pihaknya menargetkan siswa-siswi Jember bisa berpretasi dalam UNBK ini. Karena UNBK biasanya menjadi tolok ukur ranking siswa dan lembaga sekolah dibandingkan lainnya.
Dirinya melihat jika persiapan sekolah sudah cukup matang dalam persiapan UNBK ini, sehingga dirinya optimis bisa meraih prestasi terbaik. “Sekolah sudah memberikan bimbingan secara maksimal. Kami optimis UNBK tingkat SMK Jember bisa masuk 10 besar Jawa Timur,” ucap Lutfi.
Jika ini tercapai, maka akan membayar hasil UNBK tahun lalu. Dimana akumulasi hasil UNBK tahun lalu di Kabupaten Jember dirasa masih kurang memuaskan karena tidak masuk dalam 10 besar propinsi. “Doakan saja anak didik kita bisa mengerjakan dengan lancar dan bisa meraih target yang dusah dicanangkan,” tuturnya.
Selain itu, Lutfi menuturkan untuk hari pertama kemarin relatif tidak ada kendala dan dapat berjalan dengan lancar. Pihaknya juga memantau ke sejumlah sekolah kemarin. Dirinya menuturkan jika mulai dari sinkronisasi awal hingga pelaksanaan kemarin belum ada kendala berarti yang dilaporkan oleh pihak sekolah.
Terutama terkait dengan jaringan internet dan juga listrik yang selama ini sempat menjadi momok pengganggu kelancaran UNBK. “Apalagi, kami selalu berkoordinasi dengan pihak PLN agar diharapkan di saluran sekolah penyelenggara UNBK tidak ada kendala,” tutur Lutfi kemarin menambahkan.
Pihaknya pun berterima kasih kepada kedua lembaga itu karena sudah mengamankan jalur suplai listrik dan internet ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UNBK ini hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Dirinya berharap untuk kondisi ini bisa terus lancar hingga akhir pelaksanaan UNBK Kamis depan (5/4).
Sementara itu, sejumlah lembaga kemarin memang kebanyakan masih menggantungkan diri kepada pihak ketiga terutama untuk listrik. Hanya beberapa sekolah saja yang stand by menyediakan genset. Karena memang diakui untuk menyewa satu genset saja nilainya sangat mahal.
Ketua Komisi D yang juga Ketua Yayasan SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari Hafidi menyampaikan, untuk setiap genset maka sewanya stand by sekitar Rp 1 juta. Belum lagi ditambah dengan ongkos kirim dan juga operator genset. Bisa-bisa sampai Rp 1,5 juta perhari. Menurut Hafidi, Jika terus stand by maka membutuhkan sekitar Rp 6 juta. Tetapi pihak sekolah standby dan memiliki kontak pemilik genset jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan.
“Kita harus berterima kasih kepada PLN. Karena siaga penuh saat UNBK ini,” ujar Hafidi. Sebab diketahui olehnya, hampir di semua titik silang jaringan travo terdapat petugas PLN yang berjaga sehingga tidak mati. (cw2)
0 komentar: