Senin, 02 April 2018

Dilarang Masuk Stadion, Suporter Mengamuk

SHARE



Sidoarjo, MotimNews. Ratusan suporter mengamuk. Mereka merusak Fasum di beberapa sudut kota Delta terutama di sekitar Jalan A Yani Sidoarjo, Minggu (1/4). Mereka diduga kesal karena tak diperbolehkan memasuki Stadion Jenggolo, tempat berlangsungnya pertandingan antara Persekabpas Pasuruan lawan Putra Jombang.

Sambil berjalan dari arah Stadion Jenggolo menuju kota atau arah Malang, para suporter tampak merusak pot bunga di jalan-jalan, dan memecah kaca RM Lekko yang berada di Jalan A Yani batas pojokan dengan Jalan Yos Yudarso Sidoarjo.

Menurut Sayuti (16), salah satu suporter bola asal Pasuruan, kericuhan ini diduga lantaran banyak suporter bola kedua kesebelasan yang tidak bisa masuk stadion. Sementara itu, sebelumnya juga tidak ada larangan bahwa pertandingan ini dilarang untuk disaksikan.

"Karena sebelumnya tidak ada larangan, jadi banyak suporter yang ingin masuk stadion, tapi mereka tidak diijinkan oleh panitia pelaksana," katanya.

Pada saat pertandingan dimulai, lanjut dia, para suporter ini memaksakan untuk masuk stadion namun mereka dihalau petugas. Bahkan ada beberapa suporter yang sudah berhasil masuk dihalau keluar dari dalam stadion. 

"Ada beberapa suporter yang sudah berhasil masuk dipaksa keluar lagi oleh panitia," jelasnya.

Untuk diketahui, para suporter bola tersebut adalah pendukung dari kesebelasan yang sedang di liga 3 antara Persekabpas Pasuruan versus Putra Jombang yang digelar di stadion Jenggolo Sidoarjo.

Puluhan suporter yang sempat merusak fasum langsung diamankan anggota Polresta Sidoarjo dan sebanyak 64 orang Suporter diperiksa.
Wakapolresta Sidoarjo AKBP Pasma Royce mengatakan, para suporter yang diamankan itu diduga melakukan perusakaan. 
"64 orang Suporter itu, masih kita data dan diperiksa anggota," katanya.

Pasma menjelaskan, para suporter itu merasa kecewa karena tidak boleh masuk. Karena pertandingan antara kedua kesebelasan itu digelar tanpa penonton.

"Pertandingan itu sengaja digelar tanpa disaksikan penonton," tandasnya.

Para suporter yang diamankan, lanjut Pasma, banyak yang berusia sekolah menengah pertama atau masih dibawah umur. Mestinya orang tua juga harus pandai-pandai membina dan mengawasi anak-anaknya.

"Mereka ada yang memasuki masa ujian sekolah. Kami akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk orang tua anak-anak," papar Wakapolresta tersebut.

Para Suporter di data dan di periksa selama 1 X 24 jam. Kalau ada yang dijemput orang tuanya, langsung dipulangkan. Sampai Senin (2/4/18), masih ada sekitar 20 puluhan suporter yang belum dijemput orang tuanya.

"Orangtua Suporter yang menjemput anaknya, kami suruh bikin surat pernyataan, kalau di lain hari melanggar hukum atau melakukan perusakan, terpaksa kami proses," pungkasnya. (ags/jum)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: