Kamis, 08 Februari 2018

Pasar Rakyat Kejayan . Bupati Resmikan Pasar Rakyat Kejayan

SHARE
Bondowoso, Motim. Pasar Rakyat Kejayan kini berubah menjadi pasar rakyat semi tradisional. Setelah direvitalisasi tahun anggaran 2017 oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso. Pasar ini letaknya di Desa Kejayan Kecamatan Pujer, sekarang bagus dan bersih. 

Kepala UPT wilayah 3 yang diperbantukan di Pasar Rakyat Kejayan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Jupriadi mengatakan, jumlah Los bertambah yakni 198 Los, dan Kios sebanyak 35.
Jupriyadi juga mengatan ukuran Kios yang ada diluar tepatnya di pintu masuk berukuran 2x2,5 dan yang lain ukurannya 2x3. Kondisi sekarang jauh lebih baik dengan kondisi yang sebelumnya.
“Pasar ini untuk yang meempati kios akan diisi para pedagang sembako dan konfeksi, sedangkan pedagang yang ada di Los berjualan sayur-mayur, rempah-rempah dan daging. Bagi pedagang Kambing yang hanya 1 minggu sekali sekarang ditempatkan dibelakang pasar,” katanya, Kamis (8/2).

Namun pedagang di Los/Kios berjualannya tiap hari, dari pagi hingga sore. Jumlah pedagang yang sudah terdaftar memiliki kios dan Los masih 50 orang.
Syarat pedadang untuk memiliki kios dan Los hanya melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan gratis tanpa ada pungutan biaya. Sementara ini, kios dan Los di prioritaskan untuk pedagang yang berdomisili daerah Kecamatan Pujer.
“Prioritas pasar ini untuk ditempati para pedagang yang ada di daerah Kecamatan Pujer dulu. Karena kapasitas pasar masih relatif sedikit jika menampung pedagang diluar daerah Kecamatan Pujer,” paparnya.

Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni dalam peresmian Pasar Rakyat Kejayan ini menginginkan pasar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Dengan kondisi yang jauh lebih baik, pasar menjadi nyaman ditempati.
“Sekarang sudah bagus, baru dan bersih. Jadi dapat digunakan untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar. Khususnya perekonomian ditiga desa,” terangnya

Dikatakan Bupati, Pasar Rakyat Kejayan akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Selama ini untuk menampung para pedagang yang ada dibahu-bahu jalan yang ada di tiga Desa Mengok, Maskuning dan Kejayan.
“Jumlah Los sebanyak 183 ditambah Kios 35 setelah direvitalisasi pasar tradisional seme modern bisa menampung para pedagang di tiga desa. Bagi pedagang hewan yang sudah lama berjualan disini setiap hari Kamis. Tempat ini sudah diatur disebut menjadi pasar semi modern yang pengelolaannya secara profesional,” katanya.

Lebih lanjut Bupati, ia juga mewanti-wanti bagi warga yang memiliki Kios dan Los di pasar ini jangan dijual. Mereka yang berjualan di sini ya harus dari warga yang ingin berjualan, jangan lalu kemudian dijual ke orang lain. 
“Revitalisasi pasar ini merupakan salah satu program pemerintah. Di mana pasar-pasar yang ada di daerah dilakukan revitalisasi menjadi pasar semi modern. Jadi baik yang berjualan atau belanja sama-sama nyaman,” pungkasnya.

Sementara usai kunjungan Bupati, Lilik (50) salah satu perwakilan dari para pedagang mengatakan sangat berharap kepada Pemkab Bondowoso melalui Kecamatan Pujer, Khususnya memperhatikan nasib para pedagang yang masih belum terdaftar memiliki Los/Kios. 
“Alhamdulilah saya bisa menempati tempat berjualan yang sudah layak seperti ini. Sebelumnya saya berjualan dibahu jalan Pasar Kojuk di Desa Mengok yang bukanya dari pukul 04.00-08.00 wib selesai,” katanya.

Lanjut Lilik, dia mengatakan kepada Bupati terkait nasib para pedagang di Pasar Kojuk yang jumlah para pedagang 50-60 orang agar diprioritaskan.  Sementara ini, yang sudah terdaftar di Pasar Rakyat Kejayan masih tiga orang. 
“Karena pasar Kojuk rencananya mau digusur, maka saya berharap para pedagang yang ada disana diprioritaskan untuk menempati Los/Kios dipasar ini. Jika teman-teman saya tidak ada tempat, kasian mereka yang sudah berjualan,” pintanya.(cw3)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: