Kamis, 08 Februari 2018

Kades Diminta Jaga Infrastruktur

SHARE
Bondowoso, Motim. Kunjungan Kerja (Kunker) terakhir Bupati Drs. H. Amin Said Husni di wilayah kerja lima Kecamatan diantaranya; Sumber Wringin, Pujer, Ijen, Sukosari dan Tlogosari di dampingi oleh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondopwoso. 
Sebelum acara dimulai, Bupati secara simbolis memberi bantuan santunan kematian ketenagakerjaan perangkat desa dari BPJS sebesar Rp. 24 juta. Bantuan itu diberikan kepada ahli waris almarhum Topo Biyanto warga Desa Trotosari Kecamatan Sumber Wringin. 

Dalam acara hadir lima Camat dan Semua Kepada Desa (Kades) dan perangkatnya di lima Kecamatan. Potensi di lima kecamatan tersebut sangat luar biasa, mulai dari tempat wisata dan perkebunan hingga pertanian saat dipaparkan oleh Camat Pujer sebagai perwakilan camat yang lain. 
 Sambutan Bupati Bondowoso H. Amin Said Husni meminta kepada seluruh Kades yang ada, agar menjada sarana dan prasarana (Infrastruktur) yang sudah dibangun oleh pemerintah dijaga dengan baik.

Dikatakan Bupati, untuk menjaga itu perlu adanya gotong royong serta kerjasama yang baik antara Kades dan masyarakat. Hal ini, aset milik pemerintah juga menjadi tanggungjawab kita bersama. Perlu kesadaran kita bersama untuk menjaganya yang merupakan hasil pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah secara langsung maupun oleh badan usaha milik daerah seperti PDF. 
“Tolong dijaga infrastruktur dan pipa-pipa air yang ada di desa-desa milikmu. Dijaga ini, tujuannya adalah agar hasil-hasil pembangunan yang sudah kita bangun selama ini jangan sampai kemudian hilang atau rusak sebelum waktunya,” paparnya, Kamis (8/2) 
Jika sudah rusak atau hilang kata Bupati, manfaatnya tidak bisa maksimal lagi. Bupati berharap kepada para Kades untuk bisa memberikan komitmen terhadap pembangunan yang sudah selesai maupun di tahun 2018 nanti. 
“Kita sudah siap untuk melaksanakan pembangunan anggaran tahun 2018. Alhamdulillah semuanya sudah ready baik APBD sudah mulai berjalan dan sebagainya juga sedang persiapan untuk pengadaan,” katanya. 

Lebih tegas bupati meminta kepada Kades agar menggali potensi yang ada didesanya masing-masing, akan tetapi kades itu tidak harus meniru-niru (lata) terhadap desa-desa yang memang layak potensi yang ada untuk dikembangkan.
“Kalau desa itu tidak ada tempat wisata yang layak jangan kemudian membuat desa wisata. Hal ini, akan membuat pemborosan terhadap anggaran, gunakan anggaran sesuai dengan baik untuk mengangkat perkembangan perekonomian masyarakat desa,” tegasnya.

Bagi desa yang sudah mempunyai objek wisata agar dikelola dengan baik dan benar. Supaya dalam mempromosikan objek wisata tidak berbalik arus karena dianggap kurang memperhatikan aspek keamanan bagi wisatawan.
“Perhatikan standart keamanan para wisatawan. Saya tidak mau kejadian tempo hari terulang kembali, dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bina terus para pengelola objek wisata yang ada didesa,”pungkasnya.(cw3) 

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: