Jember,
MotimNews. Ratusan
warga dari tiga desa di kecamatan Gumukmas, memprotes keberadaan jalan yang
rusak dengan memasang portal besi di jalan raya Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan
Gumukmas.
“Turunnya
warga kejalan akibat geramnya jalan di area menuju desa Mayangan yang rusak
berat akibat ulah pemilik kendaraan yang melebihi tonase dan dampak dari itu
juga banyaknya keluhan dari warga desa ataupun pengguna jalan dengan rusaknya
jalan tersebut,” kata warga Dusun Muneng, desa Mayangan H.Chairul Anwar saat
dikonfirmasi wartawan dilokasi, Rabu (14/2).
Menurut
Chairul Anwar, dirinya bersama warga geram dengan kendaraan besar yang merusak
jalan ini karena melebihi muatannya. Serta banyaknya pengusaha yang memakai
truk gandeng, yang mengangkut barang yang melebihi dari 20 ton.
“Kami
geram, jalan kami rusak, inisduah jelas jalan desa dan kapasitasnya hanya 8
ton. Tetapi masih saja ada pengusaha memakai truk gandeng, yang mengangkut
barangnya dengan kapasitas 20 ton. Maka dari itu kami bersama warga tutup
jalan, itupun kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Perihal petunjuk,
dan yang jelas perihal peruntukannya jalan ini,” ujar Chairul Anwar.
Chairul
Anwar menuturkan, warga bersatu untuk memasang portal berupa tiang besi disisi
kanan-kiri dengan diameter 12 Dim dan lebar jalan 2,3 meter di daerah jembatan
rumah Haji Tukam. “Ini berguna agar pengguna truk besar tidak melintasi
disini,” tuturnya.
Sementara
menurut salah satu Anggota BPD Desa Kepanjen Widodo mengatakan, jika memang
jalan itu sampai dengan hari ini belum ada perbaikan. Sedangkan jalan di Dusun
Jatiagung itu merupakan akses satu-satunya menuju desa mayangan dan desa
Kepanjen wilayah tinggalnya.
“Sebelumnya
sudah sempat diadakan pertemuan di balai desa mayangan terkait dengan
permasalahan jalan ini, dimana disitu hadir dari beberapa pihak yang
berkepentingan, ada dari dinas, pihak kecamatan, pihak desa, pengusaha dan
beberapa perwakilan warga untuk membahas permasalahan jalan rusak ini. Namun,
mungkin karena hanya jalan ditempat hasilnya. Sehingga warga mungkin sudah
tidak sabar dan melihat jalan itu malah tambah parah, hingga jalai itu di
pasangi portal sama warga,” tegasnya. (*)

0 komentar: