Situbondo,
MotimNews. Hujan deras
disertai angin kencang yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Situbondo pada
Rabu (14/2) sore, mengakibatkan sejumlah sekolah tergenang air bercampur
lumpur, alat-alat penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) dan sebagian
infrastrukturnya rusak.
Pantauan
Motim, sejumlah sekolah yang tergenang air bercampur lumpur dan sebagian
infrastrukturnya rusak tersebut, diantaranya SMPN 1 Bungatan yang lokasinya
berada di Dusun Tegal Mulyo, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan dan di SDN 1
Besuki yang berlokasi di Dusun Kota Timur, Desa/Kecamatan Besuki.
Kepala SMPN
1 Bungatan, Muhammad Nur Wahid mengatakan, ruangan yang tergenang air bercampur
lumpur setinggi 20 cm itu, diantaranya di ruangan kelas 9, ruang guru, ruang
laboratorium, ruang komputer yang rencananya untuk tempat simulasi Ujian
Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ruang TU dan ruangan kepala sekolah.
"Musibah
itu mengakibatkan kegiatan belajar mengajar diliburkan, persiapan simulasi UNBK
para siswa tertunda dan beberapa peralatan sekolah seperti buku, alat
laboratorium dan internet juga rusak," ungkapnya, Rabu (14/2).
Lebih
lanjut, Muhammad Nur Wahid mengatakan, dampak terjangan banjir itu juga telah
membuat robohnya tembok pagar keliling sekolah yang panjangnya sekitar 157
meter dengan tinggi 2,5 meter.
"Untuk
kembali membangun tembok yang ambruk berikut menyediakan peralatan dan
memperbaiki peralatan yang rusak, ditaksir membutuhkan dana hingga ratusan
juta," bebernya.
Agar KBM
bisa cepat normal lagi, sambung Nur Wahid, untuk sementara para siswa dari
kelas 7 - 9 bersama pihak sekolah bersih-bersih ruang kelas sisa-sisa banjir
kemarin sore dan kegiatan belajar mengajar akan kembali normal seperti biasa, sejak
hari Kamis (15/2).
"Meski
tidak ada kegiatan belajar mengajar dan tidak ketinggalan pelajaran, kami harap
para siswa untuk tetap belajar di rumahnya masing -masing," ucapnya.
Terpisah,
Camat Besuki, Suriyatno mengatakan
, atap teras depan (joglo) salah satu ruang
kelas di SDN 1 Besuki itu ambruk, diduga karena tiang penyanggahnya sudah rapuh
dan tidak kuat menahan derasnya air hujan dan angin kencang yang terjadi pada Rabu
(14/2) pukul 15.30 WIB.
"Beruntung musibah itu terjadi ketika
bukan jam sekolah. Sehingga tidak ada korban jiwa," ungkapnya. (kim)

0 komentar: