Kamis, 15 Februari 2018

Hujan Deras dan Angin Kencang Hajar Sejumlah Sekolah

SHARE

Situbondo, MotimNews. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Situbondo pada Rabu (14/2) sore, mengakibatkan sejumlah sekolah tergenang air bercampur lumpur, alat-alat penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) dan sebagian infrastrukturnya rusak.

Pantauan Motim, sejumlah sekolah yang tergenang air bercampur lumpur dan sebagian infrastrukturnya rusak tersebut, diantaranya SMPN 1 Bungatan yang lokasinya berada di Dusun Tegal Mulyo, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan dan di SDN 1 Besuki yang berlokasi di Dusun Kota Timur, Desa/Kecamatan Besuki.

Kepala SMPN 1 Bungatan, Muhammad Nur Wahid mengatakan, ruangan yang tergenang air bercampur lumpur setinggi 20 cm itu, diantaranya di ruangan kelas 9, ruang guru, ruang laboratorium, ruang komputer yang rencananya untuk tempat simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ruang TU dan ruangan kepala sekolah.

"Musibah itu mengakibatkan kegiatan belajar mengajar diliburkan, persiapan simulasi UNBK para siswa tertunda dan beberapa peralatan sekolah seperti buku, alat laboratorium dan internet juga rusak," ungkapnya, Rabu (14/2).

Lebih lanjut, Muhammad Nur Wahid mengatakan, dampak terjangan banjir itu juga telah membuat robohnya tembok pagar keliling sekolah yang panjangnya sekitar 157 meter dengan tinggi 2,5 meter.

"Untuk kembali membangun tembok yang ambruk berikut menyediakan peralatan dan memperbaiki peralatan yang rusak, ditaksir membutuhkan dana hingga ratusan juta," bebernya.

Agar KBM bisa cepat normal lagi, sambung Nur Wahid, untuk sementara para siswa dari kelas 7 - 9 bersama pihak sekolah bersih-bersih ruang kelas sisa-sisa banjir kemarin sore dan kegiatan belajar mengajar akan kembali normal seperti biasa, sejak hari Kamis (15/2).

"Meski tidak ada kegiatan belajar mengajar dan tidak ketinggalan pelajaran, kami harap para siswa untuk tetap belajar di rumahnya masing -masing," ucapnya.

Terpisah, Camat Besuki, Suriyatno mengatakan
, atap teras depan (joglo) salah satu ruang kelas di SDN 1 Besuki itu ambruk, diduga karena tiang penyanggahnya sudah rapuh dan tidak kuat menahan derasnya air hujan dan angin kencang yang terjadi pada Rabu (14/2) pukul 15.30 WIB.

 "Beruntung musibah itu terjadi ketika bukan jam sekolah. Sehingga tidak ada korban jiwa," ungkapnya. (kim)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: