Situbondo,
MotimNews. Untuk
memfasilitasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat Kecamatan Suboh terkait
rencana pembangunan daerah baik jangka panjang (RPJPD), jangka menengah (RPJMD)
maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kecamatan Subuh telah menggelar
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Musrembang
yang digelar di Aula Kecamatan Suboh, Selasa (13/2), diantaranya dihadiri oleh
Ketua DPRD Situbondo H Bashori Shanhaji, anggota DPRD Fraksi Golkar dari Dapil
V Siswo Pranoto, Tim dari Bappeda Kabupaten Situbondo, Forkopimka Suboh,
berikut perwakilan sejumlah Kepala UPTD, Kepala Desa bersama delegasi setiap
desa, dan tokoh masyarakat/agama menjadi menarik perhatian ketika masuk dalam
pembahasan Musrenbang.
Pantauan
Motim, dalam Musrembang tersebut yang menarik saat mencermati usulan program
rencana pembangunan oleh delegasi dari Desa Gunung Malang dan Desa Ketah.
Delegasi
dari Desa Gunung Malang mengusulkan di atas Sungai Deluang agar dibangun
jembatan limpas. Menurut mereka, untuk menuju Kota Kecamatan dan Kota
Kabupaten, satu-satunya jalur terdekat adalah lewat Desa Mojodungkol dengan
cara menyeberangi Sungai Deluang.
Ketua LPM
Desa Gunung Malang, Basri mengatakan, setiap kali musim hujan, warga di Dusun
Taker yang jumlah mencapai ratusan jiwa itu terisolir. Padahal mereka sudah
cukup lama mendambakan jalur penghubung dengan menyeberangi sungai yang selama
ini digunakan warga melalui Desa Mojodungkol itu bisa dibangun jembatan limpas.
"Jika
dibangun jembatan limpas, tentunya baik warga luar yang mau ke dusun Taker
maupun warga setempat mau ke luar daerah akan lebih mudah. Sehingga jika ada
urusan yang menyangkut bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan, atau ekonomi
usaha akan lebih lancar," ungkap Basri.
Menurut
Basri, warga Dusun Taker berharap, pemerintah terkait bisa mewujudkan adanya
pembangunan jembatan sebagai penghubung antar dusun dan antar desa tersebut.
"Sudah
diusulkan beberapa kali di setiap acara Musrembang Kecamatan. Tapi hingga saat
ini belum terwujud," tandasnya.
Sedangkan
usulan yang menarik lainnya adalah usulan delegasi dari Desa Ketah. Menurut
mereka, Desa Ketah memiliki potensi destinasi yang layak diperjuangkan untuk
pengembangan dan pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Situbondo.
"Destinasi
unggulan dan perlu dikembangkan di Desa Ketah adalah Pantai Bibir dan di Pantai
Bibir konon dulunya adalah pelabuhan dan terdapat situs sejarah peninggalan
Patih Gajah Mada. Apalagi kita menghadapi kunjungan wisata 2019," beber
Kades Ketah, Erwin.
Sekretaris
Camat Subuh, Saiful Khodri mengatakan, setelah digelar musrenbang tingkat desa,
berbagai aspirasi masyarakat dari delapan desa telah dicatat serta diusulkan di
Musrenbang Kecamatan dan dari hasil Musrenbang di tingkat desa, ada sekitar 30
program usulan dari 3 bidang yang telah diajukan oleh warga masyarakat untuk
dirumuskan menjadi skala prioritas dalam pembangunan yang akan dilaksanakan
2019 mendatang.
"Usulan
tersebut, diantaranya pembangunan jembatan limpas di Sungai Deluang yang menuju
Dusun Taker melalui Desa Mojodungkol dan pengembangan destinasi Pantai Bibir di
Desa Ketah,” ucapnya.
Camat Subuh
Suprapto berharap, dalam pelaksanaannya Musrembang bisa berkualitas, efektif,
efesien, transparan dan akuntabel, serta sesuai dengan rencana program
pembangunan Pemkab.
"Sinergitas
dan koordinasi antar instansi pemerintah dan partisipasi seluruh pelaku
pembangunan dengan melibatkan komponen masyarakat itu sangat berperan penting
demi mewujudkan pembangunan di Kecamatan Suboh," terangnya. (kim/fin)

0 komentar: