Bondowoso, Motim
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melului Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama warga melakukan gerakan tanam pohon sepanjang jalan menuju kawasan Beto Soon, atau kawasan wisata yang mulai dikenal dengan Stonehange Van Java, di Kecamatan Cermeee, kemarin. Tanam pohon ini merupakan program Jalan Berwawasan Lingkungan yang disingkat dengan Inovasi Jalan Wali sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM mengatakan bahwa program Inovasi Jalan Wali sudah lama digagas yang terinspirasi dari salah satu tokoh kharismatik NU yang saat ini ditetapkan sebagian Pahlawan Nasional, KHR As'ad Syamsul Arifin. Dalam sejarah perjuangan, KHR As'ad Syamsul Arifin tidak lepas dari tanah Bondowoso. Sehingga program Inovasi Jalan Wali ini lahir.
"Harapan saya, program Jalan Wali mendapat dukungan dari warga masyarakat dan semua harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara jalan termasuk pelindung jalan yaitu berupa pepohonan pilihan yang ada di pinggir jalan dan mulai ditanami ini. Program Inovasi Jalan Wali ini lahir karena kecintaan kita kepada lingkungan," ujarnya.
Dalam program Inovasi Jalan Wali ini, Karna Suswandi mengaku menyedikan bibit sebanyak 3.200 jenis trembesi. semuanya ditanam di sepanjang jalan menuju wisata Beto Soon yang melewati dua desa, yakni Desa Batu Ampar dan Desa Solor, Kecamatan Cermee. penghijauan ini juga untuk mencegah terjadinya bencana tanah longsor, dan banjir saat musim hujan yang membahayakan bagi warga dan wisatawan.
“Mengingat wilayah Desa Solor merupakan daerah perbukitan sehingga rawan terjadi longsor. Guna merawat kondisi jalan yang masih berumur beberapa bulan, dibutuhkan air agar diserap oleh akar pohon. Perawatan jalan stonehange juga dilakukan dengan cara membuat saluran drainase," tambahnya.
Karna Suswandi lebih lanjut mengatakan, pohon merupakan salah satu unsur yang penting bagi kehidupan, terutama kehidupan bagi manusia. Karena pohon mempunyai banyak manfaat seperti sebagai penghasil oksigen, pencegah banjir dan longsor, melawan pencemaran udara, dan mengurangi pemanasan global. Selain itu, sangat bermanfaat apalagi ketika cuaca sedang panas-panasnya.
“Penghijauan sepanjang jalan wisata kita pilih pohon trembesi. Karena pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa pohon yang indah. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Kesejukan itu juga disebabkan pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. Sehingga penanaman pohon ini sangat tepat,” pungkasnya. (roy)


0 komentar: