Jumat, 02 Februari 2018

PUPR Gandeng LHB Hijaukan Bondowoso

PUPR Gandeng LHB Hijaukan Bondowoso


Bondowoso, Motim
Dalam rangka mensukseskan program Inovasi Jalan Berwawasan Lingkungan atau yang disebut dengan Jalan Wali, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso terus melakukan penghijauan dengan menanam ribuan pohon trembesi di Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Jumat (2/2) kemarin. Selain mengajak puluhan staf, Dinas PUPR juga menggandeng anak muda yang tergabung dalam Laskar Hijau Bondowoso (LHB).

Sehingga penanaman ribuan pohon yang dilakukan ratusan warga dari berbagai unsur, mulai dari guru, mahasiswa, Panwascam, PPK dan lainnya yang tergabung dalam LHB berjalan cepat. Dari pantauan wartawan ini, Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM, juga ikut menanam pohon di sepanjang jalan kurang lebih 6 km bersama ratusan warga lainnya. Usai melakukan penanaman pohon, ratusan warga ikut makan nasi bungkus bersama Kadis PUPR dan stafnya.



Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM menjelaskan, jalan yang telah ditanami pohon ini masuk dalam kegiatan program inovasi Jalan Berwawasan Lingkungan atau yang disebut dengan Jalan Wali. Artinya, jalan yang dalam pembangunannya bukan hanya memperhatikan kondisi fisik yang bagus, melainkan juga mempertimbangkan faktor-faktor yang bisa membuat jalan mampu mencapai nilai ekonomisnya dan tidak cepat rusak.

“Penanaman pohon ini juga menjadi bagian optimalisasi Gemapildasi dalam rangka mengantisipasi berkurangnya debit air, sehingga saluran irigasi pun bisa berjalan membaik sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar ujar Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Sekda.

Menurutnya, penanaman kali ini ada sedikit perbedaan karena pihaknya menggandeng ratusan anak muda yang tergabung dalam LHB dan di dalamnya terdiri dari berbagai unsur. Dengan melibatkan banyak pihak, dirinya berharap upaya untuk menghijaukan Bondowoso tercapai dengan baik. Sehingga peristiwa bencana yang belakangan ini seringkali terjadi bisa terkurangi dengan adanya penghijauan yang akan terus digalakkan ini.



“Kita bisa melihat kejadian banjir di Botolinggo dan Wonoboyo yang membawa material-material kayu, itu adalah sebuah tanda bahwa telah terjadi kerusakan alam. Oleh akrena itu, kita mengajak masyarakat luas dari berbagai elemen untuk bagaimana tumbuh sebuah kesadaran baru di dalam rangka menjaga alam ini dengan melaksanakan penanaman pohon baik itu di daerah irigasi atau jalan,” jelasnya.

Karna Suswandi juga mengapresiasi masyarakat desa, dan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Laskar Hijau Bondowoso, serta elemen PPK Tamanan yang turut ambil bagian dalam penanaman pohon tersebut. Dari kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi itu, telah terjadi sinergi yang baik antara dinas dengan berbagai elemen masyarakat dalam membangun kesadaran untuk menjaga kelestaraian alam.

“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang ikut bersam-asama kita melaksanakan penanaman pohon di dalam rangka kegiatan jalan Wali ini, khususnya teman-teman LHB dan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Karna Suswandi lebih lanjut mengatakan, pohon merupakan salah satu unsur yang penting bagi kehidupan, terutama kehidupan bagi manusia. Karena pohon mempunyai banyak manfaat seperti sebagai penghasil oksigen, pencegah banjir dan longsor, melawan pencemaran udara, dan mengurangi pemanasan global. Selain itu, sangat bermanfaat apalagi ketika cuaca sedang panas-panasnya.

“Penghijauan sepanjang jalan ini kita pilih pohon trembesi. Karena pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa pohon yang indah. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Kesejukan itu juga disebabkan pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. Sehingga penanaman pohon ini sangat tepat,” tambahnya lagi.



Sementara itu, Ketua LHB, Eko Setia Budi, mengatakan, program Jalan Wali yang dilaksanakan PUPR ini sejalan dengan kegiatan yang selama ini dilakukan oleh LHB dalam melestarikan lingkungan. Untuk itu, dirinya berkomitmen menghijaukan Bondowoso melalui program Gemapildasi dan Jalan Wali yang digagas oleh Dinas PUPR selama ini. Pihaknya menegaskan akan terus mendukung program mulya yang dicetuskan oleh Plt Sekretaris Daerah, Drs. H. Karna Suswandi, MM.

“LHB meyakini hijaunya alam Bondowoso itu sebuah keunggulan yang harus dipertahankan. Salah satunya melalui program Jalan Wali ini. Kita mengapresiasi betul dengan apa yang dilakukan Dinas PUPR dibawah kepemimpinan Karna Suswandi yang saat ini dipercaya menjadi Plt Sekda. Semoga beliau bisa menjalankan amanah dengan baik,” pungkasnya. (roy)

Senin, 22 Januari 2018

Tanam Pohon di Sepanjang Jalan Menuju Stonehenge

Tanam Pohon di Sepanjang Jalan Menuju Stonehenge


Bondowoso, Motim
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melului Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama warga melakukan gerakan tanam pohon sepanjang jalan menuju kawasan Beto Soon, atau kawasan wisata yang mulai dikenal dengan Stonehange Van Java, di Kecamatan Cermeee, kemarin. Tanam pohon ini merupakan program Jalan Berwawasan Lingkungan yang disingkat dengan Inovasi Jalan Wali sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM mengatakan bahwa program Inovasi Jalan Wali sudah lama digagas yang terinspirasi dari salah satu tokoh kharismatik NU yang saat ini ditetapkan sebagian Pahlawan Nasional, KHR As'ad Syamsul Arifin. Dalam sejarah perjuangan, KHR As'ad Syamsul Arifin tidak lepas dari tanah Bondowoso. Sehingga program Inovasi Jalan Wali ini lahir.

"Harapan saya, program Jalan Wali mendapat dukungan dari warga masyarakat dan semua harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara jalan termasuk pelindung jalan yaitu berupa pepohonan pilihan yang ada di pinggir jalan dan mulai ditanami ini. Program Inovasi Jalan Wali ini lahir karena kecintaan kita kepada lingkungan," ujarnya.

Dalam program Inovasi Jalan Wali ini, Karna Suswandi mengaku menyedikan bibit sebanyak 3.200 jenis trembesi. semuanya ditanam di sepanjang jalan menuju wisata Beto Soon yang melewati dua desa, yakni Desa Batu Ampar dan Desa Solor, Kecamatan Cermee. penghijauan ini juga untuk mencegah terjadinya bencana tanah longsor, dan banjir saat musim hujan yang membahayakan bagi warga dan wisatawan.



“Mengingat wilayah Desa Solor merupakan daerah perbukitan sehingga rawan terjadi longsor. Guna merawat kondisi jalan yang masih berumur beberapa bulan, dibutuhkan air agar diserap oleh akar pohon. Perawatan jalan stonehange juga dilakukan dengan cara membuat saluran drainase," tambahnya.

Karna Suswandi lebih lanjut mengatakan, pohon merupakan salah satu unsur yang penting bagi kehidupan, terutama kehidupan bagi manusia. Karena pohon mempunyai banyak manfaat seperti sebagai penghasil oksigen, pencegah banjir dan longsor, melawan pencemaran udara, dan mengurangi pemanasan global. Selain itu, sangat bermanfaat apalagi ketika cuaca sedang panas-panasnya.

“Penghijauan sepanjang jalan wisata kita pilih pohon trembesi. Karena pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa pohon yang indah. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Kesejukan itu juga disebabkan pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. Sehingga penanaman pohon ini sangat tepat,” pungkasnya. (roy)

Selasa, 16 Januari 2018

Kadis PUPR Tinjau Lokasi Banjir

Kadis PUPR Tinjau Lokasi Banjir


Bondowoso, Motim
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso hingga terjadi banjir di beberapa titik membuat sejumlah infrastruktur milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) rusak. Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Botolinggo, selain ratusan hektar sawah terendam banjir juga ada empat Dam yang rusak hingga tak berfungsi, yaitu Dam Klampokan, Dam Kokap, Dam Peh, dan Dam Saman.

“Banjir ini telah merusak ratusan hektar sawah dan saluran irigasi. Bahkan, ada empat Dam yang juga tidak berfungsi karena rusak. Kerusakan ini akan segera diperbaiki melalui anggaran tahun 2018 ini,” ujar Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM saat meninjau lokasi banjir di Desa/Kecamatan Botolinggo, kemarin.



Menurut dia, selain empat dam rusak, juga saluran air tertutup sedimen dan kayu bawaan banjir. Pihaknya bersama masyarakat sekitar turun tangan saling bahu membahu ikut membantu melakukan kerja bakti untuk membersihkan sedimen-sedimen yang menutupi saluran supaya pelayanan irigasi tetap bisa berlangsung. Namun, ada beberapa saluran air yang harus dibangun kembali karena rusak parah.

"Untuk mempercepat membersihkan dan mengangkat sedimen yang menutupi saluran kami minta agar semua staf saling bahu membahu ikut membantu melakukan kerja bakti bersama masyarakat supaya bisa cepat berfungsi kembali sistem irigasinya. Rusaknya Dam dan saluran irigasi ini karena banjir yang besar ini membawa material kayu berukuran besar dan banyak, itu kalian bisa lihat sendiri,” tambahnya.



Untuk itu,lanjut Karna Suswandi, mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran UPTD SDA Kecamatan Prajekan bersama seluruh masyarakat yang bahu membahu untuk membenahi Dam dan saluran irigasi yang rusak sehingga bisa berfungsi. Namun, diakuinya, usaha saat ini belum maksimal karena kerusakannya cukup parah. Bahkan, ada sejumlah lahan sawah warga yang saat ini menjadi sungai baru karena banjir.



“Kita akan terus berusaha dan pembersihan Dam dan saluran irigasi dilakukan secepatanya. Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih pada seluruh petugas UPTD SDA Kecamatan Prajekan dan masyarakat yang tanpa ada perintah mereka semua bahu membahu melaksanakan perbaikan saluran irigasi agar berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (roy)