Kamis, 18 Januari 2018

Sarankan Siswa Diantar atau Naik Sepeda

SHARE


Jember, Motim
Satlantas Polres Jember melakukan sosialisasi di SMP Negeri 1 Ajung guna menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar. Ini menyusul kasus tewasnya salah seorang siswa di sekolah itu akibat kecelakaan lalu lintas.

"Sosialisasi ini diberikan kepada siswa di SMP N 1 Ajung karena seminggu yang lalu salah satu siswa kelas 9 meninggal akibat dari kecelakaan lalu lintas saat pulang sekolah. Kecelakaan yang di alami siswa tersebut karena tidak memahami marka yang ada di jalan raya, sekaligus mengingat pentingnya menjaga keselamatan," kata Kanit Dikyasa Ipda Agus Yudi Kurniawan, Rabu (17/1). 

Agus berharap, adanya sosialisasi ini para siswa akan terbangun kesadaran tentang pentingnya keselamatan diri dan orang lain dalam berlalu lintas. Sehingga diharapkan pelanggaran lalu lintas serta kecelakaan akan berkurang.

”Agar para siswa dikala berangkat dan pulang sekolah, diantar oleh keluarga yang sudah menenuhi persyaratan mengendarai sepeda motor. Namun alangkah baiknya, jika para siswa naik sepeda kayuh sekaligus bisa untuk berolah raga agar badan sehat,” harap Agus.

Agus mengungkapkan, siswa-siswi yang sekolah di sekolah SMP 1 Ajung, tempat tinggalnya tidak terlalu jauh. "Dari data yang kami terima, siswa yang belajar di SMP N 1 Ajung ini rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah. Paling jauh berjarak 3 kilometer. Alangkah baiknya kalau siswa diantar atau naik sepeda kayuh. Sehingga tidak memberikan rasa manja kepada putra putrinya, biasakan anak-anak untuk belajar mandiri," tambah Agus.

Sementara Wakil Kepala Sekolah SMP I Ajung, Doto Mulyono S.Pd, M.Pdi mengatakan bahwa sosialisasi ini memang atas prakarsa pihak sekolah. Karena selama ini pihak sekolah sudah sering melakukan sosialisasi ke siswa atau orang tua,  tapi masih banyak yang bandel. Sehingga pihaknya bersama Satlantas Polres Jember melakukan sosialisasi kembali, setelah ada siswanya yang meninggal akibat laka lantas.

"Sosialisasi ini kami laksanakan selama 3 hari, yang terbagi 3 sesi tiap harinya. Hal ini diharapkan bisa lebih efektif, kemarin kami sempat ingin melakukan sosialisasi ke siswa saat upacara bendera. Tetapi setelah dipikir pikir sosialisasi semacam ini tidak efektif, makanya kami gelar kegiatan ini selama tiga hari," ujar Doto.

Doto menambahkan, pihak sekolah sudah sering mengingatkan agar siswa jangan dulu membawa sepeda motor tatkala kesekolah. Akan tetapi, masih ada yang membawa sepeda motor. Namun tidak dibawa masuk didalam areal sekolah, melainkan dititipkan diluar sekolah.

"Banyak anak-anak yang menitipkan sepedanya di luar sekolah, saya berharap setelah adanya sosialisasi ini. Mungkin nanti seminggu sekali atau dua minggu sekali diadakan operasi di jalan yang menuju sekolah ini, sehingga siswa akan kapok. Kami selaku pihak sekolah, juga akan memberikan sangsi kepada siswa atau orang tua mulai teguran sampai skorsing. Dengan adanya pembinaan ini, semoga dapat membawa dampak positif terhadap siswa untuk tidak membawa sepeda motor lagi," harapnya.  (*)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: