Rabu, 24 Januari 2018

Membahayakan, Jembatan Ditutup untuk Roda Empat

SHARE


Jember, motim
Jembatan penghubung Dusun Watukebo dengan Dusun Krajan Tengah di Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, sementara ditutup untuk kendaraan  roda empat. Hal itu dilakukan karena kondisi jembatan dinilai sangat membahayakan.

“Jembatan penghubung ini sudah sangat mengancam keselamatan penggunanya, karena di bagian bawah jembatan tiangnya sudah terkena gerusan air sungai yang besar, sehingga tinggal menunggu waktu saja ambrolnya,” kata warga yang tinggal dekat jembatan, Tamaji saat dikonfirmasi wartawan Memo Timur, Selasa siang (23/1).

Menurut Tamaji, penutupan hanya untuk kendaraan roda empat. Ini sudah berlangsung sekitar dua minggu lalu, karena tiang jembatan sebelah Barat sudah patah. Ditambah lagi penahan tiang jembatan sudah tergerus air. Kondisi ini membahayakan bagi kendaraan roda empat. Apalagi jika membawa muatan. Sedangkan untuk roda dua masih kuat karena bebannya tidak terlalu berat.

“Saya berharap tidak ada korban sebelum ada perbaikan. Maka dari itu sementara ditutup, karena mengkhawatirkan sekali. Saya laporkan sama Ketua RW perihal ini, kemudian ketua RW koordinasi dengan pihak Pekerjaan Umum (PU). Akhirnya, ada larangan melintasi roda empat,” jelas Tamaji.

Guru SMA 01 Ambulu ini mengungkapkan, tiang jembatan tergerus air sudah sejak tiga tahun lalu. Gerusan itu sampai mengikis tiang penahan jembatan sebelah Barat sampai berlubang besar. Jadi posisi jembatan itu sudah menggantung, karena tiang penahan jembatan tergerus air.

“Jembatan ini merupakan akses menuju ke sekolah, di Timur sungai itu terdapat sekitar 5 sekolah. Sedangkan kearah barat sekian sekolah, karena juga merupakan akses menuju Desa Sabrang dan Ambulu kota. Warga di sini semua berharap agar jembatan ini segera ditangani oleh pemerintah terkait, mumpung masih belum parah. Bisa saja biaya semakin besar, apabila sudah parah. Dan juga sebelum menimbulkan korban jiwa, karena ini tinggal menunggu waktu saja ambrolnya,” ungkap Waka Sarana dan Prasarana SMA 01 Ambulu.

Sementara ketua RT.01/RW.04 Desa Andongsari, Sholikin Hidayat mengatakan, warga memang berkeluh kesah perihal jembatan itu. Mungkin karena bangunan lama. Mungkin juga bahan bangunan juga kurang kuat, ditambah lagi air sungai besar saat musim hujan.

“Kalau dilihat dari atas memang jembatan itu kelihatan aman-aman saja, coba lihat dari bawah. Miris sekali mas, sudah berkubang tiang penyangga jembatan yang sebelah barat. Sudah tinggal ambrolnya, makanya sementara di tutup untuk roda empat,” terang Sholikin.

Pria penjual kelapa itu menyampaikan, warga yang sering melewati jembatan dengan roda empat sekarang berkeluh kesah. Karena harus memutar kendaraannya 2,5 kilometer. Terutama para pedagang. Seperti pengusaha Batu Batako, Pasir, Sayur-sayuran dan sebagainya.

“Jembatan itu sangat bahaya sekali mas, seumpama ada kendaraan lewat pasti jatuh. Karena kondisi tiang jembatan yang sebelah barat, sangat mengkhawatirkan para pengguna jembatan. Semoga saja pihak terkait, segera memperbaiki jembatan ini,” tambah Sholikin.

Sementara saat didatangi di kantornya, Kepala UPT Pengamat Jalan Ambulu, Slamet, sedang tidak ada di tempat. “Pak Slamet lagi keluar mas, dari tadi,” kata salah satu staf kantornya. (*)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: