Rabu, 10 Januari 2018

Dua Bulan Jembatan Ambruk Dibiarkan Mangkrak Membuat Warga Harus Memutar 4 KM

SHARE


Pasuruan Motim
Jembatan penghubung antar dusun Sebani dan dusun Klagen ambruk dan terlihat mangkrak hingga saat ini. Jembatan yang berada di Desa Sebani Pandaan Pasuruan ini dibangun pada tahun 2011, diduga pondasi jembatan kurang kuat dan saat pembangunan material diduga tidak sesuai dengan ketentuan.
Warga sekitar mengeluhkan a jembatan yang ambruk tersebut, sebab aktifitas warga, anak sekolah dan petani menjadi terganggu sehingga anak sekolah harus menempuh jarak hingga 4 Km dengan melewati 6 dusun untuk sampai ke sekolah yang berada di dusun Klagen.

"Sudah 2 bulan jembatan ambrol, sehingga anak sekolah harus menempuh jarak 4 Km dan melewati 6 Dusun untuk sampai di sekolahnya, warga sendiri masih gotong royong membuat jalur alternatif supaya bisa digunakan untuk akses jalan anak sekolah dan warga," kata Ponari (50) warga sekita, Selasa (09/01).



Kades Sebani Syaiful Bahri mengatakan, pihaknya sudah 3 kali didatangi pihak Bina Marga sekaligus seorang Insinyur yang paham dengan pembangunan jembatan, namun selama ini masih belum ada titik terang adanya pembangunan jembatan tersebut.

"Saya setiap pagi ke kantor desa harus berputar hingga 4 km jauhnya, namun disamping itu dari Dinas sudah datang 3 kali dan diukur oleh DPU Bina Marga namun sampai sekarang belum ada jawaban kapan dilaksanakan pembenahan, malah Bina Marga sempat menawari akan dibangun Jembatan gantung yang akan dianggarkan sebesar 300 juta namun saya tolak dan takut jembatan yang ambrol tersebut tidak dibenahi dan akses jalan petani yang menggunakan mobil juga susah," tegas Kades Sebani Syaiful Bahri kepada Motim.

Warga bergotong royong membuat jembatan gantung sebagai jalur alternatif penghubung desa menggunakan bambu karena jembatan yang ambruk tidak cepat ditangani oleh pihak terkait.
(dim/sk)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: