Selasa, 16 Januari 2018

Desa Tangsil Kulon Gelar Musrembangdes

SHARE


Bondowoso, Motim
Pemerintah Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes) untuk Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) Tahun 2018-2019, Selasa (16/1). Musyawarah yang digelar di kantor Desa Tangsil Kulon itu dihadiri Musyawarah Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Muskopika) Tenggarang, beberapa perwakilan Satuan Kerja Pimpinan Daerah (SKPD), berbagai elemen dan unsur masyarakat baik dari wakil-wakil kelompok, Dusun, lembaga Desa, tokoh masyarakat serta unsur lain yang terkait di Desa.

Camat Tenggarang, Drs. Jakfar Shodiq menuturkan, kegiatan di Desa Tangsil Kulon tersebut secara kultural dalam rangka awal dilakukannya Musrembang dari 11 desa di Kecamatan Tenggarang. Hal itu juga merupakan pelaksanaan ke-4 dari Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

“Launching kegiatan ini sudah menjadi rutinitas serta menjadi landasan dalam menjalankan seluruh kegiatan pemerintahan. Salah satu kegiatan yang rutin setiap awal tahun diadakan oleh pemerintah Desa ialah MusrembangDes,” ujarnya.

Lebih lanjut Shodiq mengatakan, MusrenbangDes sudah menjadi ruh pembangunan karena ia merupakan pondasi awal dalam perencanaan pembangunan agar efektif dan efisien.

Dia berharap semua kegiatan rutin selama ini berjalan lancar dan semua bisa memberikan pencerahan terhadap Desa Tangsil Kulon yang perlu dibangun di Tahun 2019. Agar semua peserta yang hadir dapat memberi gambaran yang betul-betul menjadi proritas untuk menggali potensi desa yang ada.

“Kenapa kita lakukan MusrembangDes, supaya kegiatan tidak terjadi tumpang tindih. Karena semua kegiatan tidak terfokus pada fisik, namun juga fokus pada pemberdayaan masyarakat atau pelatihan-pelatihan yang sifatnya membangun masyarakat,” urainya.

Dana desa dari APBD Provindi dan ABPN, tambah Shodiq, kian tahun semakin meningkat. Maka dari itu, dana desa harus diwujudkan pada program yang sifatnya tidak mubazir. “Agar desa lebih maju dan perekonomian masyarakat bisa meningkat,” tegas Shodiq.

Kepala desa Tangsil Kulon, Suliadi, mengajak semua unsur masyarakat untuk menetapkan prioritas, program, kegiatan dan kebutuhan pembangunan Desa yang didanani oleh APBN dan APBD Provinsi. Sebab MusrenbangDes merupakan forum di mana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi.

“Perencanaan pembangunan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat di dalam pembuatan perencanaan tersebut. Menyadari akan pentingnya peran serta masyarakarakat, dengan tujuan untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat sesuai dengan tupoksinya. Sedangkan tahun 2018 pembangunan pada akses jalan dan air bersih yang menjadi prioritas Desa Tangsil Kulon dari RT 1-17,” terang Suliadi.

Kapolsek Tenggarang, M. Setiyo SM menerangkan tentang beberapa informasi mengenai keamanan dan kerawanan desa. Dia meminta ada kerjasama yang baik antarwarga, sehingga bisa menjaga situasi yang tertib, aman dan kondusif.

“Saya minta kepada semua masyarakat supaya membangun Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) merupakan upaya bersama dalam meningkatkan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat yang memberikan perlindungan dan pengamanan bagi masyarakat dengan mengutamakan upaya-upaya pencegahan dan menangkal bentuk-bentuk ancaman dan gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat),” urainya.

Menurut Setiyo, kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi bidang keamanan dan ketertiban, merupakan potensi pengamanan swakarsa yang perlu dilestarikan dan ditingkatkan guna menumbuh kembangkan sikap mental, kepekaan dan daya tanggap setiap warga masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di setiap dilingkungan masing-masing.

“Mengingat tahun 2018 adalah tahun politik mulai dari Pilkada, Pilgub dan Pilpres maka situasi keamanan tetap kita jaga bersama. Alhamdulilah sekarang kejahatan Pencurian Hewan (Curwan) sudah menurun drastis,” ujarnya.

Setiyo juga mengingatkan, bahwa kejahatan yang terjadi di kecamayan Tenggarang, pelakunya rata-rata dari luar daerah. Masyarakat sudah melek teknologi yang dapat dengan mudah mengakses informasi agar bisa menjalin komunikasi yang baik di tahun politik.
“Pesta demokrasi dikatakan berhasil apabila masyarakat hadir semua dan seluruh masyarakat memberikan hak suaranya.  Hak suara masyarakat untuk menentukan pemimpin bangsa dan daerah kita,” tandasnya. (cw3)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: