Jember, MotimNews. Pada era milenial saat ini, mempunyai kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris, sepertinya sebuah keharusan pada siswa sekolah. Pasalnya di era serba digital, perangkat digital yang mereka punya juga sudah menggunakan bahasa Inggris. Belum lagi dunia kerja menuntut para lulusan setingkat SMK-SMA mempunyai kemampuan berbahasa Inggris meskipun secara pasif. Seperti halnya, mampu membaca dan memahami tulisan atau percakapan sederhana.
Sehingga sebagai bentuk kepedulian tersebut, untuk mengetahui kemampuan berbahasa Inggris, 105 siswa dari 5 madrasah aliyah (MA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) se-Kabupaten Jember ikut dalam program dari Yayasan STAPA Center (Social Transformation and Public Awarenss Center), mengikuti kompetisi Bahasa Inggris yang terbagi dalam 4 kategori lomba.
Yakni speech contes, story telling, art performance, dan writing di MA Ma’arif Ambulu di Dusun Langon, Desa/Kecamatan Ambulu, Sabtu siang (14/4).
Manager Program STAPA Center Jauharul Lutfi menyampaikan, kegiatan kompetisi Bahasa Inggris tersebut merupakan program peningkatan kecapaian Bahasa Inggris yang diikuti oleh 5 MA yang ada di Kabupaten Jember.
“Salah satunya MA Ma’Arif Ambulu, yang kali ini menjadi tuan rumah untuk kompetisi Bahasa Inggris yang kami lakukan. Dimana pemilihan 5 MA tersebut, setelah kami komunikasikan dengan pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU),” ujar Lutfi kepada sejumlah media.
Kegiatan ini, lanjut Lutfi, terlaksana atas dukungan juga dari Kementeriaan Agama, Dinas Pendidikan, dan juga pemerintah daerah. “Dengan harapan melalui program ini, orientasi keilmuan yang biasanya ke timur tengah atau arab. Tetapi sekarang bisa meluas ke Amerika ataupun juga ke Eropa. Maksudnya adalah bisa mengakses dengan cara paham dan pandai berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris,” jelasnya.
Target kedua, kata Lutfi, adalah dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa atau anak-anak sekolah yang berasal dari MA. “Sehingga dengan berkompetisi, dapat belajar menggunakan Bahasa Inggris dengan baik dan lancar. Serta penuh percaya diri. Sehingga reading, speaking, ataupun writingnya,” ungkapnya. Sehingga tidak lagi siswa dari MA menjadi minder, ataupun merasa kalah dengan sekolah-sekolah favorit. Tetapi bisa bersaing dengan prestasi yang lebih baik.
Lebih jauh Lutfi menyampaikan, setelah berjalannya program tersebut, diharapkan sekolah-sekolah MA yang ditunjuk dapat memiliki klub-klub Bahasa Inggris yang lebih baik dari sebelumnya.
“Jadi selain MA Ma’arif Ambulu, ada juga SMK Sunan Ampel Sukorambi, SMK Al Badri Kalisat, SMK Nurul Jadid Sukowono, dan MA Darussolah. Kita dorong terbentuknya komunitas semacam ekskul, English club (Kelompok Studi Bahasa Inggris). Sehingga bisa dikembangkan mandiri oleh sekolah, agar jadi sesuatu yang bermanfaat untuk sekolah,” tuturnya.
“Bahkan kami kembangkan silabus yang ada, dan memberikan bekal yang disampaikan oleh para tutir kami, agar bisa dikembangkan lebih baik, dan direfleksikan oleh pihak sekolah yang kami tunjuk,” imbuhnya.
Diketahui terkait program tersebut pihaknya akan melanjutkan ke kabupaten lain, namun dengan pertimbangan akan dilakuken evaluasi terkait manfaat dan hasil yang diperoleh dari jalannya program peningkatan kecapaian Bahasa Inggris yang diikuti oleh 5 MA tersebut.
“Yang sudah melakukan program ini, yakni Kabupaten Pasuruan. Kami cukup senang, karena terkait kemampuan writing (menulis) yang dinilai cukup sulit, ternyata berhasil dengan baik. Karena tidak sampai 1 jam, siswa (yang mendapat program), dapat menulis bahasa Inggris 750 kata lebih, tidak hanya 1 paragraf,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala MA Ma’arif Ambulu Kasdib s.PdI menyampaikan, suatu kehormatan bagi dirinya dapa menjadi tuan rumah dari pelaksanaan kompetisi lomba Bahasa Inggris tersebut.
“Lewat kompetisi dan adanya program dari STAPA yang merupakan partner Sampoerna ini. Dapat meningkatkan grid, atau kemampuan anak untuk dapat lancar berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Kasdib.(ata)
0 komentar: