Situbondo, MotimNews. Bagi sebagian orang mungkin hanya mengetahui lomba mobil atau motor dan sepeda. Nah kali ini lomba adu cepat itu justru dilakukan menggunakan hand traktor, dengan memanfaatkan sawah sebagai sirkuitnya.
Puluhan peserta balap di Desa Buduhan, Kecamatan Suboh, menggelar aksi balap hand traktor, Kamis (12/4). Lomba itu sekaligus mewarnai kegiatan selamatan menyambut musim tanah kedua di tahun 2018 ini.
Pantauan Memo Timur, peserta balapan hand traktor memang merupakan profesional, dan keseharian merupakan pekerja bajak sawah. Sehingga, pada saat lomba, rata-rata para peserta memang cukup menguasai pengoperasian kendaraan bajak tersebut.
Lomba sendiri dimulai secara berseri, nantinya setiap pemenang akan bertemu dengan pemenang lainnya disetiap seri, seperti itu seterusnya hingga diketahui pemenangnya.
Meski demikian, perlombaan itu sebenarnya bukan untuk mencari juara semata, melainkan hanya untuk mempererat tali komunikasi antar petani saja.
"Kegiatan ini sebenarnya hanya untuk mempererat tali silaturahmi, dan komunikasi antar petani jadi kegiatan ini inti dari kegiatan tersebut, dari kegiatan ini kami bisa saling bertukar pikiran bagaimana bertani bisa sukses," beber Agung Saputra, salah satu petani peserta kegiatan.
Masih menurut Agung, kegiatan petani ini bukan hanya lomba adu cepat mesin bajak, melainkan juga menggelar lomba tangkap ikan lele di sawah yang penuh lumpur. Kegiatan itu banyak diikuti oleh petani, karena memang tidak memerlukan keahlian khusus.
Banyak kejadian lucu dalam gelaran lomba tangkap ikan ini, bahkan ada peserta yang wajgnya terkubur di kubangan lumpur, hanya demi menangkap ikan buruannya.
"Kalau nangkap ikan lele kan semua petani bisa ikut mas, cuma susahnya lele itu kan licin apalagi pas didalam lumpur jadi tambah licin mas," ujar Musrom peserta lainnya ini.
Seperti diketahui kegiatan tersebut merupakan kegiatan selamatan petani, dengan harapan hasil panen musim tanam kali ini bisa sukses seperti musim sebelumnya. Sebelum kegiatan lomba, kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan doa dan tahlil.
Sementara kegiatan penutup berupa lomba, agar petani merasa terhibur. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai media komunikasi dan diskusi petani bagaimana hasil oanennya kembali sukses bahkan bertambah sukses.
Kegiatan itu juga dihadiri oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, yang sekaligus memberikan pengetahuan kepada petani, bagaimana bercocok tanam dengan baik dan sehat.(fin)

0 komentar: