Kamis, 04 Januari 2018

SMAN 3 Bantah Soal Ahok

SHARE


Lamongan - Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Lamongan, Wiyono, membantah telah menahan ijazah FM, salah satu siswa yang belakangan tenar di media sosial karena menulis surat untuk Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta. FM meminta bantuan untuk menebus ijazahnya yang tertahan di sekolah, akibat masih memiliki tunggakan pembayaran. 

Wiyono membenarkan penulis surat kepada Ahok adalah salah satu siswanya. "Memang siswa saya, angkatan (alumni) 2016/2017," ujarnya, saat ditemui di kantor UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jatim cabang Lamongan, Selasa (02/01).

Wiyono mengatakan, FM hanya satu kali selepas Ujian Nasional (UN) menanyakan ijazah. "Setelah ujian, baru pertama kali datang tanggal 28 Desember Kemarin, gak lama kok ketemunya. Dia datang bersama walinya (kakak), dan bilang menang lomba puisi Ahok," jelasnya.

Saat itu, FM dan walinya menanyakan ijazah dan meminta nomor rekening sekolah. Namun, pihak sekolah tidak memberikan, karena rekening sekolah tidak bisa di berikan dan dilarang menerima sumbangan dari pihak lain.



Wiyono membantah sengaja menahan ijazah siswa-siswinya, meski yang bersangkutan masih memiliki tunggakan kepada sekolah. "Tidak ada niatan dari kami untuk menahan ijazah siswa. Saya nggak pernah seperti itu. Hanya memang tidak bisa diwakilkan dan harus anaknya sendiri yang ambil," ujarnya.

Selain FM, masih terdapat 10 siswa yang belum mengambil ijazahnya sampai sekarang. Terkait hal itu, Wiyono bakal memberlakukan hal yang sama karena Dinas Pendidikan Jatim telah menyatakan pengambilan ijazah bersifat gratis.



"Siswa yang belum ambil ada 11. Tapi kan anaknya harus cap tiga jari, jadi enggak bisa diwakilkan. Harus anaknya langsung yang datang, baru akan saya berikan," katanya

Sebelumnya, cerita siswa SMA di Lamongan yang akan dibantu Ahok lantaran ijazahnya ditahan pihak sekolah karena belum melunasi tunggakan uang sekolah menjadi viral. Ahok disebut akan memberikan bantuan melalui salah satu staf pribadinya, Natanael Ompusunggu.

Lagi-lagi Wiyono membantah, dirinya tidak pernah menerima panggilan telepon atau pesan baik melalui SMS maupun Whatsapp dari orang yang disebut-sebut orang kepercayaan Ahok.

"Saya gak pernah terima telepon maupun SMS dari orang yang mengaku kepercayaan Ahok. Lagipula, saya gak ada kepentingan dan hubungannya sama Ahok," bantahnya. [**]

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: