Jember, Motim. Potensi wisata batu Selo Bonang di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk membutuhkan perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jember. Sebab keunikan dari batuan tersebut, dapat menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi para pelancong domestik ataupun regional.
Ketua Komunitas Mobil Offroad Raung 4x4 Jember Satuki saat ditemui Memo Timur menyampaikan, potensi wisata baru batu Selo Bonang sangat menarik untuk dikembangkan, sebab keunikan dari batuan yang ada di lokasi tersebut, belum tentu ada di tempat lain di seluruh Indonesia, bahkan mungkin di luar negeri.
“Keunikan yang dimiliki batu-batuan di Selo Bonang itu sangat menarik. Bahkan kalau dikelola bersama, bersinergi antara Dinas Pariwisata ataupun Dinas PU Bina Marga (terkait akses jalan yang mungkin bisa diperbaiki dan lebih diperhalus), untuk sampai ke lokasi. Tentu saja akan memberikan harapan yang baik bagi perekonomian masyarakat di sekitarnya,” ujar Satuki, Minggu (4/2).
Sebelumnya ramai diberitakan, penemuan batu Selo Bonang yang berada di lereng Pegunungan Argopuro itu, memiliki keunikan tersendiri. Dimana batu-batuan tersebut jika dipukul, akan mengeluarkan bunyi nada mirip alat musik gamelan.
Awalnya batu-batuan tersebut ditemukan oleh Hadi Purnomo dan Pak Siati alias Munif. Saat itu bermaksud untuk membangun gubuk. Namun karena melihat banyak batu-batuan tersebut awalnya berserakan, dan layaknya batu-batuan biasa. Maka sebelum membangun gubuk, bermaksud untuk merapikan.
Namun saat dilemparkan, batu-batuan itu malah menghasilkan bunyi-bunyian mirip alat musik gamelan. Bahkan setiap batuan menghasilkan nada yang bermacam-macam. Hingga saat ini, oleh pemuda sekitar batu-batuan tersebut disusun dengan rapi, dan digunakan untuk berlatih musik setiap hari Minggu.
“Namun secara teknis, sesuai dengan instruksi dari bapak kepala dinas, nantinya akan kita kembangkan. Kami pun juga berkomunikasi dengan ahli purba dan ahli situs. Pada tahun 2016 sudah dilakukan pengecekan, dan (batuan yang ada) sudah di lakukan uji lab,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata Jember itu.
“Hasilnya merupakan batu biasa yg komposisi agregatnya dan strukturnya mengandung lebih banyak besi. Jadi keanehanya dari proses penbentukan bebatuan saja. Sehingga secara khusus tidak ada (kaitannya) dengan legenda atau kerajaan,” sambungnya.
Namun pihaknya mendukung, lanjut Satuki, untuk nantinya akan dibentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) di kawasan Desa Panduman. “Kira-kira nantinya akan dikonsep seperti apa! Kemudian kita promosikan. Selain itu sinergi dengan Pak camat, pak kepala desa terkait ADD, juga akan kita komunikasikan. Agar potensi wisata ini dapat memberikan manfaat,” tandasnya.
Lebih jauh Satuki menyampaikan, selain potensi wisata Batu Selo Bonang, potensi wisata yang tak jauh dari lokasi, yakni SJ 88, dan air terjun yang baru diekspos juga akan dikembangkan sebagai potensi wisata menarik di Kabupaten Jember.
“Kita pun juga akan memanfaatkan media sosial, mulai dari promosi dan potensi informasi bagi khalayak ramai,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu anggota Komisi D DPRD Jember Isa Mahdi menyampaikan, terkait potensi wisata baru batu Selo Bonang, menarik untuk dikembangkan.
“Nantinya saya yakin, wisata ini akan menjadi potensi maksimal, dan secara tidak langsung juga akan membantu PAD di kabupaten Jember. Terkait pembuktian secara ilmiah, perlu dikaji lebih mendalam, dan kalau perlu dilakukan diskusi khusus,” ujarnya.
Sebab dengan dilakukan penelitian serius, katanya, akan lebih memberikan manfaat dari sisi sejarah, dan menjadi ilmu pengetahun baru asli dari Kabupaten Jember.
“Bahkan bila ternyata batu itu adalah batuan purbakala, maka pasti akan semakin menarik minat wisatawan. Tidak haya domestik, tetapi juga internasional. Karena jarang terjadi,” tuturnya. (cw2)

0 komentar: