Sabtu, 10 Februari 2018

Tingkatkan Wisata Boga Bahari, Bupati Kunjungi Pengolahan ikan asin

SHARE
Situbondo, Motim . Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, SH dan rombongan pada Kamis (8/2), mengunjungi tempat pengolahan ikan asin di Dusun Bletok Kidul, Desa Bletok, Kecamatan Bungatan. Dalam kunjungan tersebut, tampak hadir sejumlah Kepala Dinas, Camat Bungatan beserta jajarannya, UPTD PPI Besuki, PPL, dan perangkat Desa Bletok.  
Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto  mengatakan, kunjungannya kali ini dalam rangka mengecek secara langsung tempat usaha pengolahan ikan yang rencananya akan dijadikan maskotnya oleh-oleh untuk tahun kunjungan wisata 2019. Serta tempat wisata untuk mempersiapkan tahun kunjungan wisata 2019 tersebut, salah satunya adalah wisata boga bahari yang ada di Gundil.
"Tempat wisata boga bahari itu di setting untuk tempat makan dan masakan-masakan ikan laut dengan menyediakan bahan-bahan ikan segar yang ada di kerambah-kerambah," tuturnya. 
Lebih jauh, H Dadang menuturkan, pengolahan ikan merupakan salah satu alternatif untuk dijadikan oleh-oleh bagi masyarakat dari luar Situbondo yang berkunjung ke tempat wisata boga bahari. 
"Produk olahan ikan sebagai oleh-oleh ini, diantaranya udang yang dibungkus dengan roti, ikan asin, dendeng ikan seperti ikan tongkol dan pindang yang bebas formalin," tuturnya. 
Untuk proses pengolahan ikan asin ini, kata Dadang, masih dalam tahap uji coba dengan cara dipresto dengan tujuan untuk mengurangi rasa asinnya agar saat dimakan terasa sedap. Selain itu, ikan yang dipresto itu dapat mengurangi resiko tulang ikan. 
"Sehingga tidak mengganggu saat orang memakan ikan itu dan bisa dikonsumsi oleh orang kalangan menengah ke atas. Karena rata rata mereka itu sadar menjaga kesehatan seperti menghindari makanan yang memiliki potensi penyakit jantung, dan hipertensi," terangnya. 
Semua olahan ikan itu, sambung Dadang, kemudian dipackejing yang bagus lalu dimasukkan ke freezer. Sehingga masyarakat luar kota yang membeli, bisa menaruh di freezernya mereka dulu. Jika hendak dimakan dua hari lagi, lima hari lagi atau satu bulan lagi masih bisa. 
Nanti kita bantu alat presto untuk pemilik usaha pengolahan ikan asin ini. Sedangkan packejing mau ditekel oleh pemerintah daerah. Sehingga anggaplah 1 tahun itu merupakan subsidi pemerintah,” tutur Bupati dua periode ini. 
Di lokasi yang sama, pemilik usaha pengolahan ikan asin, Syaifuddin mengaku, telah merintis usahanya sejak tahun 1999 dan produk olahan ikan asin yang dikelolanya ada beberapa jenis. 
"Jenis ikan asin yang kita olah, diantaranya ikan kacangan, kuniran, terongan, mangla dan jambal roti," ungkapnya.
Untuk proses pemasaran, Syaifuddin juga mengaku, produknya dijual ke sejumlah pasar dan depot yang ada di Situbondo. 
"Kalau pemasaran ke luar kota seperti ke Bandung, Semarang dan Bekasi, kita dibantu oleh pemerintah atau instansi terkait," pungkasnya. (kim/fin/adv)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: