Jember, Motim. Seorang pria yang berprofesi tukang kayu, Yasin (36) warga Dusun Patemon, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik. Yasin tersengat listrik ketika hendak mencabut kabel genset di rumahnya.
“Korban menghidupkan Genset saat terjadi pemadaman, tak selang beberapa lama listrik di rumahnya kembali hidup. Lalu korban mau mencabut kembali kabel genset itu, dan korban lupa membuka aliran listrik yang dari PLN belum dimatikan. Korban langsung terpental tak sadarkan diri dan meninggal dunia,” kata kerabat korban, Suyitno saat dikonfirmasi, Jumat (9/2).
Menurut Suyitno, memang di daerahnya kemarin sempat listrik padam. Tetapi hanya beberapa menit saja. Tak berselang lama kemudian listrik hidup kembali. Saat hidup kembali itulah kemudian, secara langsung Yasin mencabut kabel stop kontak yang masih menancap dan teraliri listrik.
"Memang kemarin wilayah desa mangaran listrik padam sekitar pukul 05.30 WIB, sehingga korban memakai genset untuk menghidupkan lampu di rumahnya. Korban menyambung aliran genset itu, kebeberapa alat penerangan melalui stop kontak. Setelah beberapa menit kemudian, listrik yang dari PLN hidup kembali. Tetapi korban lupa untuk mematikan aliran listrik di meterannya,” terang Suyitno.
“Jadi setelah lampu hidup sekitar pukul 17.45 WIB, korban mematikan genset. Namun sayang, saat hendak mencabut kabel genset dari stop kontak aliran listrik yang di tancapkan. Korban terkena strum aliran listrik PLN, akhirnya korban terpental dan terjatuh hingga mengakibatkan meninggal dunia," ungkapnya.
Suyitno menuturkan, dari informasi yang berkembang di lokasi itu, keadaan genset saat listrik PLN hidup, korban sempat mematikan gensetnya, tetapi kabel yang menancap di stop kontak masih tertancap atau belum dicabut. "Genset saat itu sudah dimatikan, tapi kabel yang menghubungkan ke arus listrik dari PLN ke Genset belum dilepas. Saat hendak dilepas itulah kemudian korban terkena strum,” ucapnya.
Akibat dari kejadian itu, kemudian sanak saudara dan tetangga korban mendatangi lokasi kejadian. Terus langsung membawanya ke Puskesmas Jenggawah. “Setelah kejadian itu, korban langsung dibawa ke puskesmas jenggawah. Karena pihak keluarga berharap korban bisa tertolong dan memastikan kondisi korban, namun ternyata yang diatas berkehendak lain,” jelas Suyitno.
Sementara tetangga korban, Sahid (68) mengatakan jika bapak dua anak itu setelah diketahui meninggal dunia oleh pihak medis puskesmas, langsung korban dibawa pulang dari puskemas. Lalu pada hari Jumat pagi (9/2) korban langsung dimakamkan di pemakaman umum.
"Setiap hari korban bekerja sebagai tukang kayu, sedangkan anaknya dua orang. Keluarga sempat membawa ke puskesmas untuk memastikan nyawanya, namun hasilnya masih sama. Kondisi korban meninggal dunia, dan besoknya keluarga langsung memakamkan korban,” imbuhnya. (*)

0 komentar: