Sidoarjo, Motim. Pemerintah Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, kembali menggelar ritual keleman atau penutupan cocok tanam padi. Ritual tradisional ini dilakukan sebagai wujud dan terima kasih kepada bumi, air, api, angin dan Dewi Sri (Dewi Padi) yang dipercaya masyarakat setempat dapat menumbuh suburkan tanaman padi sebelum panen. Ritual digelar di dua tempat, yakni, di punden Dusun Bogem dan di punden Dusun Serbo tersebut, dihadiri jajaran perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat serta puluhan warga setempat
Kepala Desa Bogempinggir, Jumakir mengatakan, tujuan dari ritual ini tak lain adalah untuk melestarikan budaya leluhur yang banyak menyimpan pesan moril bagi generasi yang akan datang khususnya kalangan anak muda. Kendati demikian kerukunan dan kegotong royongan yang menjadi ciri khas warga desa setempat ini tetap terjalin dengan baik.
"Ritual seperti ini kita lakukan setiap tahun sekali yang tujuannya untuk mempererat silahturahmi masyarakat, khususnya bagi warga petani," ujar Jumakir.
Selain itu, Kades Jumakir menjelaskan, ritual yang biasa disebut masyarakat setempat dengan istilah keleman ini, juga merupakan bentuk puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan para petani di beri keselamatan dan bisa menghasilkan panen yang berlimpah.
Sementara itu, Kaur Perencanaan desa setempat Didik Sujarwadi mengatakan, kendati zaman semakin maju, ia berharap, ika tradisi yang sudah menjadi turun temurun leluhurnya ini untuk dipertahankan dan tidak hilang tergerus oleh zaman.
"Ini tugas dan tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat ragam budaya, adat istiadat, dan tradisi," pungkasnya. (bgs/jum)


0 komentar: