Sidoarjo, Motim. Penyebab banjir di kawasan sekitar semburan lumpur Porong Sidoarjo, adalah karena kondisi sungai yang berada di sisi utara kian hari semakin dangkal. Hal tersebut disebabkan sedimen lumpur dan ditambah lagi penyempitan badan sungai. Imbasnya, jika musim penghujan datang, banjir pasti akan datang. Sungai yang mengalami pendangkalan adalah sungai Ketapang dan Sungai Kedungan. Untuk mengatasi banjir setiap tahun harusnya kedua sungai tersebut dinormalisasi agar tidak menyebabkan banjir yang tiap tahun menjadi tradisi di sebagian kawasan Tanggulangin dan Porong.
Pemukiman warga setempat yang setiap musim hujan, menjadi langganan banjir seperti di Desa Kalitengah, Desa Ketapang, Desa Gempolsari, Desa Kali Sampurno Kecamatan Tanggulangin, Desa wunut, Desa Candi Pari, Desa Pesawahan dan Desa kedung Boto kecamatan Porong. Banjir yang setiap tahun menjadi langganan di Desa tersebut, sangat merugikan warga.
"Kalau hujan turun, Gempolsari sering banjir, Karena air saluran yang mengalir ke Kali Ketapang, cenderung kembali. Dangkalnya sungai mengakibatkan tak kuasa menampung volume air," ujar Ahmad, salah satu warga Gempolsari Senin (12/2/2018).
Warga beberapa waktu lalu sudah menyampaikan protes ke PPLS (Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo). Intinya minta segera ada penanganan agar tidak banjir. Salah satunya, dengan mengeruk sungai yang dangkal akibat endapan lumpur. Apalagi Sungai Ketapang merupakan saluran yang melintasi pemukiman penduduk. Kali Ketapang penuh dengan endapan lumpur. Kian hari, volumenya makin bertambah.
Koordinator Penanganan Tanggul Lumpur Sidoarjo (PPLS) Agus Winarko mengakui, pihaknya mendapat keluhan dari warga. Warga minta agar segera dilakukan pengerukan pada Sungai Ketapang.
Menurut Agus, sejak masa transisi dari BPLS ke PPLS, pihaknya berupaya menangani lumpur semaksimal mungkin. Termasuk menangani sungai yang dangkal agar saat hujan pemukiman warga tidak kebanjiran.
"Kita sudah mengerahkan eskaponton untuk menangani saluran yang dangkal," ujarnya.
Sambungnya lagi, pihaknya akan segera menormalisasi saluran sisi utara tanggul lumpur agar aliran air lancar. Normalisasi terus dilakukan, apalagi saat ini musim hujan.
Agus menambahkan, pengendalian lumpur termasuk penguatan tanggul menjadi agenda utama PPLS tahun ini. Normalisasi saluran di sekitar tanggul lumpur dilakukan agar pemukiman warga tidak kebanjiran saat hujan turun.
Sedangkan terkait air yang menggenangi Jalan Raya Porong saat hujan, PPLS juga menyiapkan pompa. Pompa dioperasikan agar air segera surut dan genangan air yang konsentrasi di jalan yang menghubungkan Sidoarjo dengan Pasuruan itu segera hilang.
Dalam kesempatan lain Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, sungai Kedungan memang mengalami pendangkalan dan penyempitan badan Sungai, maka itu harus dilaksanakan normalisasi. Pengerjaannya akan segera di laksanakan, dengan sistem lelang dan swakelola.
"Mulai hari senin (kemarin) normalisasi kali Kedungan akan di jalankan," terang Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan. (ags/jum)

0 komentar: