Situbondo, Motim. Diduga selingkuh dengan istri orang, oknum perangkat desa di Kecamatan Panarukan diamankan polisi. Perangkat berinisial NH (40) dan MY (36), keduanya warga Desa Duwet ini digerebek saat berduaan di sebuah kamar Pusat Pemberdayan Masyarakat (Puspemmas) di Desa Gelung, Kecamatan setempat, Sabtu (10/2) malam.
Selanjutnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasangan selingkuh antara bapak dua anak dan ibu tiga orang anak yang masing-masing masih mempunyai pasangan sah itu digiring ke Mapolsek Panarukan untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut Kepala Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, H Jasmoto mengatakan, bahwa penggerebakan tersebut dilakukan langsung oleh aparat kepolisian Panarukan, sesaat setelah mendapat informasi dari warga yang menyebut ada pasangan yang dicurigai bukan suami istri masuk ke sebuah kamar di Puspemmas.
Begitu mendapat laporan tersebut, Kanit reskrim Panarukan, Ipda Sutrisno bersama anggota dan didampingi Kades Gelung langsung mendatangi TKP. Ternyata benar sesampainya di Puspemmas, polisi mendapat oknum perangkat desa dengan wanita selingkuhannya ada didalam kamar nomor 01.
"Penggerebekannya sekitar pukul 20.15 malam. Waktu itu saya ada di Mapolsek, begitu mendapat informasi ada dugaan perselingkuhan, petugas langsung bergerak ke Puspemmas dan mendapati keduanya di kamar nomor 01. Bahkan saat itu yang perempuan tepergok di dalam kamar mandi," terang H Jasmoto saat di Mapolsek Panarukan.
Ia menambahkan, dirinya sebagai Kades Gelung merasa sangat kecewa sekali, pasalnya fungsi Puspemmas yang seharusnya sebagai tempat pelatihan bagi masyarakat, malah dijadikan sebagai tempat mesum
“Terus terang dengan kejadian ini, saya sebagai Kades Gelung sangat kecewa, Puspemmas itu kan tempat pelatihan masyarakat, koq malah di tempati mesum. Bahkan, Minggu malam besok (11/2), rencananya di Puspemmas itu akan diadakan pengajian Solawat Nariyah,” tandasnya.
Keterangan Memo Timur menyebutkan, sebelumnya NH juga pernah digerebek warga saat masuk ke rumah MY melalui jendela. Keduanya langsung digiring ke Mapolsek Panarukan dan selesai dengan cara kekeluargaan.
“Dulu sudah pernah digerebek, saat itu NH masuk ke rumah MY dan diketahui oleh keluarganya. Bahkan sempat dibawa ke Mapolsek juga. Sekarang ini terjadi lagi,” kata Ketua RT setempat.
Peristiwa yang memalukan itu rupanya tidak dibantah oleh MY.
“Iya benar mas, tahun 2015 pernah digerebek di rumah saya. Kalau yang sekarang ini, saya disuruh sembunyi di kamar mandi, karena dikira bukan polisi yang datang,” paparnya.
Kapolsek Panarukan, AKP Didik Rudianto melalui Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo, membenarkan adanya pasangan mesum yang diamankan di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.
“Memang benar, tapi tidak ada proses hukum dan diselesaikan secara kekeluargaan. Keduanya sudah diserahkan ke keluarganya masing-masing,” kata Iptu Nanang Priyambodo kepada Memo Timur, Minggu (11/2). (gik).

0 komentar: