Situbondo, Motim. Masih seputar dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap sejumlah anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum guru honorer. Sebagai bentuk keprihatinan atas kejadian tersebut, Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo melakukan kunjungan ke rumah korban di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih Situbondo, Sabtu (10/2).
Selain bersilahturahmi kepada keluarga korban, Kapolres Situbondo bersama Ketua Bhayangkari, Ibu Lia Sigit Dany Setiyono yang didampingi Kasat Lantas, Kasat Binmas, Kapolsek Banyuputih, Kasubag Humas dan Kepala Desa Sumberanyar, juga memberikan dukungan moril serta tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan, bahwa secara pribadi akan melakukan pemantauan terhadap proses pemulihan kondisi mental dan kejiwaan anak-anak yang sudah menjadi korban.
“Saya pribadi akan terus memantau proses pemulihan anak-anak yang menjadi korban pelecehan ini. Sebab kondisi mental dan kejiwaan yang masih tidak stabil pada diri anak-anak diperlukan perhatian serius dari kita semua,” kata Kapolres.
Dalam kunjungannya ke beberapa korban pelecehan seksual di Desa Sumberanyar, Ketua Bhayangkari Lia Sigit Dany Setiyono kaget, saat menjumpai ada satu korban yang masih mengalami pendarahan. Tanpa buang waktu, orang nomor satu di jajaran Polres Situbondo ini langsung mengevakuasi dengan melarikan korban menggunakan kendaraan Patwal ke rumah sakit (RS) Bhayangkara Bondowoso, agar segera mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Situbondo juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memberikan sosialisasi dan himbauan baik kepada pihak sekolah, para guru juga para siswa agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Selain itu, kepada para orang tua agar tidak segan-segan mau melaporkan ke pihak yang berwajib apabila terjadi tindakan yang melecehan anak-anak.
Tak hanya itu, Kapolres juga menjelaskan bahwa untuk pemulihan psikis dan trauma yang terjadi pada anak-anak ini juga diperlukan peran semua pihak, dalam rangka mempercepat prosesnya agar korban dapat segera beraktifitas seperti sediakala serta dukungan netizen dan masyarakat untuk tidak mempublikasikan atau memposting kejadian ini di media sosial (Sosmed) secara sembarangan demi kebaikan keluarga, utamanya anak-anak yang menjadi korban. (gik)

0 komentar: