Situbondo, MotimNews. Bupati Dadang Wigiarto dan Wakilnya Yoyok Mulyadi, menggelar tasyakuran memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 32, di pendopo kabupaten, Kamis (22/2).
Dalam sambutannya, Yoyok menegaskan pentingnya peran media terkait kemajuan Situbondo, termasuk suksesnya agenda Kunjungan Wisata Situbondo 2019 yang juga membutuhkan peran media.
"Kami bersyukur dalam kesempatan ini teman teman Pers bisa berkumpul bersama seperti ini, suksesnya Kunjungan Wisata jelas sangat membutuhkan peran media, untuk memperkenalkan Situbondo keluar," jelas Yoyok.
Dengan adanya rencana jalan tol trans jawa, sambung Yoyok, tugas Pemerintah untuk memajukan Situbondo akan semakin berat, meski demikian dirinya tetap optimis bisa membuat masyarakat luar penasaran berkunjung ke Situbondo jika sektor wisata bisa digarap dengan maksimal.
"Adanya jalan trans jawa bukan kendala Situbondo untuk maju, untuk itu dengan adanya empat pintu tol di Situbondo nantinya harus dimanfaatkan dengan cara menggarap daerah sekitar pintu tol sebagai kunjungan wisata," tutupnya.
Sementara itu Dadang Wigiarto salam sambutannya, meminta agar insan pers khususnya di Situbondo, mampu menyajikan berita yang cerdas dan mendidik.
"Tulisan wartawan itu beda dengan kami, tulisan wartawan itu tajam, maka dari itu kami meminta wartawan bisa menyajikan informasi, agar masyarakat luar lebih tertarik berkunjung ke Situbondo," terangnya.
Jika menyajikan berita yang ekstrim, sambung Bupati dua periode ini, justru hal itu membuat masyarakat luar memiliki kekhawatiran untuk datang dan berkunjung ke Situbondo.
"Misal saja ada berita 'Situbondo rawan AIDS' ini kan menakutkan, meski demikian kami tidak bermaksud membatasi teman media dalam menyajikan berita," pinta Dadang lagi.
Pantauan Memo Timur, acara tasyakuran itu dihadiri oleh semua awak media yang berada di Situbondo, Sekda Syaifullah, termasuk sejumlah Kepala OPD.
Acara ditutup dengan pembacaan doa dan pemotongan kue ulang tahun, dua perwakilan wartawan, yaiti Zaini Zen dari Rumah Satu dan Zainal Ali Mustofa dari Kontri Pantura, bergantian memotong kue untuk diserahkan ke Dadang dan Yoyok Mulyadi.(fin/adv)

0 komentar: