Jember, Motim. Jalan raya Jember – Lumajang, tepatnya di Dusun Kraton, Desa/Kecamatan Kencong, mengalami rusak di beberapa sisi. Kerusakan diduga akibat keluar masuknya kendaraan yang mengangkut material proyek
“Rusaknya jalan raya tersebut di sebelah bahu jalan raya selatan, sementara ini di duga akibat banyak keluar masuknya bahan material dan batu Putih. Untuk proyek pembangunan sebuah swalayan besar beberapa bulan ini. Jalan raya wilayah itu sebelumnya memang tidak pernah mengalami kerusakan sama sekali, tidak seperti kawasan lain seperti jalan raya Desa Wonorejo dan sekitarnya,” kata pemilik warung sekitar lokasi, Rifa’i (40) kepada wartawan, Senin (12/2).
Menurut Rifai atau yang disapa Mbah Gimbal ini, dia memasang tanda pada jalan berlubang dengan alasan keamanan dan antisipasi korban terjatuh. Dirinya mengaku memasang tanda tanaman di jalan, karena peduli dengan keselamatan pengendara.
“Jalan itu saya beri tanaman dan di kasih tanah lempung. Agar penguna jalan dari arah barat ke timur, atau sebaliknya tahu jika di kawasan tersebut jalannya rusak dan berlubang di beberapa sisi,” jelas Rifai.
Pemilik warung yang dekat dengan proyek swalayan besar itu mengaku sering melihat pengendara sepeda motor terjatuh. "Saya melakukan ini, karena saya pribadi peduli kesalamatan pengguna jalan. Karena kebetulan tempat usaha saya di kawasan jalan tersebut, jadi setiap ada kejadian orang terjatuh saya tahu. Dan apabila hujan, jalan yang tergenang air itu sangat menakutkan. Bahkan dulu sempat, anak sekolah terjatuh di jalan berlubang itu,” ucapnya.
Rifai menuturkan, semenjak banyaknya truk pengangkut material berlalu-lalang jalan semakin parah rusaknya. “Bisa disaksikan sendiri secara langsung disini, banyaknya truk pengkut bahan material sedang mengangkut batu putih dan bahan material lainnya,” katanya.
Sementara salah satu pengendara, Muhiz (37) mengatakan jika di daerah Dusun Kraton, Desa Kencong, jalannya memang banyak yang sudah berlubang. Ditambah lagi adanya proyek pertokoan yang besar, hingga kendaraan pengangkut material bangunan keluar masuk.
“Iya tidak apa-apa mas, jika ada yang memberi tanda di jalan yang berlubang. Agar pengendara yang melintasi bisa tahu, keberadaan jalan yang berlubang itu. Kalau misal pengendara sepeda motor tahu, kan tidak sampai jatuh,” terang Muhiz.
Muhiz berharap pemangku kebijakan segera memperbaiki jalan yang berlubang itu. “Mohon kepada yang bertanggung jawab segera memperbaiki jalan yang berlubang di area kencong. meskipun hanya ditambal tidak apa-apa, asalkan tidak berlubang dan membahayakan pengendara sepeda motor,” imbuhnya. (*)

0 komentar: