Lamongan, Motim.. Mohammad Idrus Gunawan (14) meninggal dunia mendadak, diduga akibat sengatan listrik jebakan tikus yang dipasang pada area persawahan Desa Karang, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jumat (9/2).
Idrus adalah warga Desa Siman yang tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Tanfidz Al Furqon.
Peristiwa itu berawal saat tiga orang santri Ponpes Tanfidz Al Furqon keluar pondok dengan cara sembunyi-sembunyi tanpa seizin petugas keamanan pondok. Mereka pergi ke warung kopi di sekitar pondok, pada Kamis (8/2) pukul 22.00 WIB.
Idrus dan teman-temannya kongko-kongko hingga dini hari. Sekitar jam 02.50 WIB mereka bermaksud kembali ke pondok, namun jalan yang dipilih korban adalah melalui pematang sawah, karena ingin segera tiba.
Nahas ketika korban melewati pematang sawah tersebut korban terpeleset dan tersentuh jaringan listrik jebakan tikus yang memang banyak dibuat untuk menanggulangi hama pengerat tersebut. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Masrur pemilik sawah pada Jumat (9/2) jam 05.00 WIB saat bermaksud memeriksa jebakan tikus. Alangkah terkejutnya dia ketika melewati pematang yang menjadi tempat ditemukannya jasad korban. Dia melihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Masrur menghubungi Kepala Desa Karang Mochtar dan pengurus Pondok Pesantren Tanfidz Al Furqon. Dengan dibantu warga maka pada jam 05.30 WIB jasad korban dibawa ke Puskesmas terdekat.
Mochtar berpesan kepada warga yang hendak pergi ke areal persawahan agar berhati-hati, karena banyak sawah yang menggunakan aliran listrik untuk membasmi hama tikus. Dia mengimbau bagi masyarakat yang mempunyai kebiasaan menggunakan setrum listrik untuk membasmi tikus di sawah, diminta agar lebih memperhatikan keselamatan orang lain.
“Bagi petani yang menggunaan alat setrum listrik untuk menjebak tikus, kami ingatkan agar sawahnya diberi tanda, bahwa sawah tersebut telah dipasang alat jebakan tikus yang dialiri setrum listrik sehingga tak menimbulkan korban berikutnya,” tegasnya. []

0 komentar: