Jember, MotimNews. Salah satu jembatan Sungai Dinoyo yang terletak di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, keadaannya rusak dan sangat membahayakan. Kondisi jembatan ini rawan roboh.
“Jembatan rusak itu sekitar dua bulan yang lalu sudah, yang mana penyangga jembatan sebelah barat sudah terkikis hingga berlubang besar. Sementara truk bermuatan 5 ton keatas dilarang lewat, karena sangat berbahaya sekali. Sedangkan sungai Dinoyo sangat besar, jadi sangat menakutkan jika melintasi. Jadi jembatan ini tinggal menunggu waktu robohnya, dan mudah-mudahan saja segera diperbaiki,” kata salah satu warga Desa Glagahwero, Mulyono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/2).
Mulyono mengatakan, ini akibat pengikisan secara perlahan, hingga sekarang berlubang dan berbahaya sekali. Padahal dari pihak desa mengajukan perbaikan. Namun sampai sekarang masih belum terealisasi. Sedangkan untuk panjang jembatan diperkirakan 15 meter, dengan lebar 5 meter.
“Untuk yang terkikis oleh air itu jembatan sebelah barat dan sebelah selatan, dari dulu selalu terkikis perlahan-lahan. Sampai hari ini terjadi lubang yang besar, akibat air sungai dinoyo kemarin tiu besar dan mengalami ketinggian hingga megakibatkan tiang penyangga ambrol dan terjadi lubang di jembatan,” jelas Mulyono.
Dia mengaku, ini salah satu jembatan yang menghubungkan ke desa kemuningsari Lor dan Desa Pakis. Apabila tidak ada jembatan ini, maka harus memutar melewati Rambipuji dengan jarak kurang lebih 10 kilometer untuk menuju ke Desa Kemuningsari Lor atau Desa Pakis.
“Bila jembatan ini tidak ada, maka warga harus memutar sejauh 10 kilometer. Karena ini merupakan akses satu-satunya perekonomian warga Kecamatan Panti dan sekitarnya. Namun, menurut informasi yang beredar di masyrakat bahwa jembatan ini akan diperbaiki bulan April Mendatang. Tetapi masih sebatas informasi, untuk kebenaarannya saya kurang tahu.
“Informasi yang beredar akan diperbaiki bulan April mendatang, tapi saya juga tidak tahu pasti mas. Karena masih bersifat informasi, yang belum tahu kebenarannya,” ungkap Mulyono.
Sementara Kepala Desa Glagahwero, Suryo mengatakan sudah beberapa kali mengajukan proposal untuk perbaikan jembatan ini. Namun masih belum ada tanggapan. “Sudah malas mas, membicarakan masalah jembatan. Hanya bisa dibahas saja, informasinya bulan April 2018 mau diperbaiki,” tegasnya. (*)

0 komentar: