Jumat, 23 Februari 2018

Napi Kasus Narkoba Tewas Gantung Diri

SHARE
Sidoarjo, MotimNews. Karena utang-piutang dengan sesama napi penghuni kamar blok B di Lapas Kelas llA Delta Sidoarjo, Siswandoko (38) warga Wonoayu, ribut dengan kawannya. Terpidana 2 tahun kasus penyalahgunaan narkoba tersebut dimasukkan sel isolasi. Namun Rabu malam (21/2), saat menempati sel isolasi itu, Siswandoko ditemukan oleh komandan jaga meninggal dunia, dalam keadaan menggantung di angin-angin sel, dengan menggunakan sarung. Dugaan sementara adalah bunuh diri.

Korban Siswandoko, ditemukan tewas oleh komandan jaga saat memeriksa napi, waktu pergantian shift siang ke shift malam. Pada saat ditemukan, posisi korban memakai busana muslim lengkap, yakni pakai sarung dan baju koko. Korban meninggal dengan leher terikat sarung yang diikatkan ke angin-angin jendela kamar.

"Sepertinya korban habis melaksanakan ibadah sholat magrib. Pintu kamar ditutup sarung oleh korban, yang diduga sebelumnya sudah direncanakan," kata Kalapas Delta Sidoarjo Jumadi.

Waktu apel sore hari sekitar jam 17.00 wib, korban masih terlihat mengikuti apel bersama warga binaan yang lain. Korban juga sempat minta sabun untuk mandi. Sekitar pukul 19.00 wib, saat pergantian petugas jaga.  Komandan jaga siang dan komandan jaga malam keliling bersama-sama untuk memeriksa napi. Setelah memeriksa kamar satu per satu, petugas sampai di sel yang di tempati korban. Keadaan sel korban, pintunya ditutupi sarung, petugas merasa curiga dan selanjutnya memeriksa sel korban.

 "Setelah membuka sarung itu, korban sudah dalam keadaan tewas menggantung di angin-angin sel," terangnya.

Sebelum masuk sel isolasi, korban terlebih dahulu menghuni di kamar 3B, kemudian dipindah ke kamar B. Korban dipindah karena terlibat keributan dengan temannya sesama warga binaan karena masalah hutang piutang.

 "Untuk menghindari terulangnya keributan, korban di pindah ke kamar isolasi yakni blok B," ujar Kalapas Delta Sidoarjo Jumadi.

Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Rochsululloh menambahkan, saat anggota Polsekta dan Polresta Sidoarjo datang dan memeriksa korban, kondisinya belum kaku. Kemungkinan meninggalnya baru beberapa jam sebelum ditemukan petugas. Dari tanda-tanda awal yang terdapat pada tubuh korban, seperti lidah tergigit dan alat vital mengeluarkan sperma, bahwa penyebab kematian korban, seperti itu identik karena bunuh diri dengan cara menggantungkan diri. Selanjutnya jenazah korban di evakuasi ke RSUD Sidoarjo untuk di visum.

 "Jika dari hasil visum muncul karena bunuh diri, jenazah akan diserahkan kepada keluarga korban, dan keluarga korban sekarang sudah kita hubungi," pungkasnya. (ags/jum)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: