Bondowoso, MotimNews, Plt Sekda, Drs. H.
Karna Suswandi, MM untuk pertama kalinya hadir di tengah-tengah para peserta
Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) sejak diangkat menjadi
pelaksana tugas Sekretaris Daerah. Kali ini, Plt Sekda ini memantau langsung
para Kepala Desa dan utusan desa di Kecamatan Tamanan antusias menyampaikan
usulan-usulan terkait program-program yang akan menjadi prioritas di desa
yang bertempat di Kantor Camat Tamanan, Rabu (14/2) kemarin.
Setelah menghadiri
pelaksanaan Musrenbangcam di tempat ini, Karna Suswandi akan memantau langsung
pelaksanaan Musrenbangcam di Kecamatan Jambesari Darussolah. Kegiatan ini akan
rutin dilakukan beberapa hari ke depan untuk melihat dan memantau langsung
proses pelaksanaan Musrenbangcam. Untuk itu, Karna Suswandi meminta para
peserta agar mengikuti secara serius dan cermat karena Musrenbangcam merupakan pintu masuk sistem penganggaran pemerintah.
“Para peserta yang
datang saya minta agar serius mengikuti karena Musrenbang tingkat kecamatan ini
digelar untuk menyelaraskan program-program kegiatan antara program kegiatan
yang direncanakan di tingkat desa dengan program kegiatan di SKPD. Hal ini juga
menjadi salah satu prosedur untuk memastikan perencanaan pembangunan
mengakomodir masukan dan usulan dari bawah,” ujar Plt Sekda, Drs. Karna
Suswandi, MM kepada Memo Timur kemarin.
Menurutnya, dalam perencanaan pembangunan harus benar-benar disesuaikan
dengan skala prioritas kebutuhan masyarakat. Mengingat, jika berbicara
pembangunan itu orientasinya adalah masyarakat. Oleh karena itu, rencana
pembangunan yang dilakukan harus sesuai dengan aspirasi masyarakat .
“Dan pembangunan itu tidak hanya untuk hari ini tapi juga untuk masa depan.
Oleh karena itu, pembangunan ini harus bisa dinikmati bukan hanya oleh
masyarakat masa kini tetapi juga untuk anak-anak kita, cucu-cucu kita,” tambahnya.
Ia pun menguraikan bahwa pada tahun2017 lalu prioritasnya adalah
daerah-daerah wisata dan daerah yang berbatasan dengan kabupaten tetangga.
Karena, pada daerah-daerah tersebut diharapkan bisa tumbuh pusat
ekonomi-ekonomi baru yang ujungnya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
“Dengan terbangunnya daerah luar, maka arus ekonomi akan bertambah, Dengan
begitu kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Itu yang akan dilakukan di
Bondowoso,” jelasnya.
Karna Suswandi juga menjelaskan, infrastruktur di Bondowoso saat musim
hujan banyak yang rusak karena drainase belum terbangun dengan baik. Namun,
pihaknya telah melakukan inovasi melalui program jalan berwawasan lingkungan
atau yang biasa disebut dengan “Jalan Wali”. Pihaknya mengajak pemuda untuk
peduli lingkungan dengan menanam bibit pohon Ayoman di sepanjang jalan ke arah
Desa Sumberkemuning.
“Dengan adanya pohon Ayoman, maka serapan air semakin cepat. Tidak terlalu
lama menggenang di jalan dan yang paling penting drainasenya. Jika pembangunan
hanya untuk ngejar kerusakan, maka pembangunan tidak segera selesai. Makanya
saya minta agar Kepala Desa bisa mebangun drainase. Mekanismenya bisa dengan penyerahan
aset agar infrastruktur tidak cepat rusak,” tambahnya.
Musrenbangcam ini, lanjut Karna Suswandi, hendaknya menjadi arah penting
kemana akan mencapai sebuah tujuan. Kalau sekarang ini visi misi pemerintah
adalah terciptanya masyarakat yang beriman, berdaya dan bermartabat secara
berkelanjutan, tentu saja untuk bisa selesaikan ini pemerintah tidak bisa
bekerja sendiri dan membutuhkan partisipasi masyarakat Bondowoso.
“Kita galakkan gotong royong. Misal, jika ada drainase rusak, kita gotong
royong dengan kerja bakti. Bisa juga galakkan Jumat bersih agar masyarakat
berpartisipasi dalam pembangunan yang kita galakkan. Sehingg insfratruktur kita,
paling tidak mencapai nilai ekonomis yangg kita butuhkan,” sambungnya lagi.
Arah pembangunan di Bondowoso, lanjut Karna Suswandi, adalah pariwisata.
Seperti Pujer dengan Almor dan lainnya. Maka insfrastrukturnya harus dituntaskan
sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Jangan berpikir hari ini. Tapi untuk masa depan anak-anak dan cucu cucu
kelak,” pungkasnya. (roy)

0 komentar: