Bondowoso, Motim. Ratusan
peserta Pengawas Pemilu Lapangan (PPL), Panwascam dan Panitia Pengawas
Kabupaten pemilihan umum se-kabupaten Bondowoso,
melakukan deklarasi menolak politik uang dan politisasi SARA dalam Pilkada.
Deklarasi itu dituangkan dalam tandatangan sekaligus cap tangan di
kertas putih. Deklarasi berlangsung di
paseban RBA Alun-alun Ki Ronggo, Rabu (14/2)
Ketua
Panwaskab Bondowoso Fricas Abdillah SH mengatakan, acara
itu dilakukan agar pemilihan Gubenur dan Wakil Gubenur serta Bupati dan
Wakil Bupati di Bondowoso terhindar dari politik uang dan politisasi SARA.
“Saya
berharap ASN tetap menjaga netralitas dan saya berharap semua masyarakat menjaga
proses pemilihan ini betul-betul demokratis dan berintigritas,” katanya.
Fricas juga meminta baliho kedua Paslon yang terpasang supaya diturunkan
sendiri. Karena hal itu merupakan salah satu bentuk kewajiban dari tim kedua
paslon.
“Kalau kami
sebagai Panwaskab Bondowoso sudah mengirim surat himbauan kepada KPU dan Satpol
PP untuk menertibkan Baliho yang sudah terpasang. Sebab, jika kita bicara
penertipan hal ini ranahnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, khususnya
Baliho yang ada dipohon yang ada pada wilayah lingkungan hidup,” paparnya.
Fricas
menambahkan, jika itu masuk pada ranah aturan di KPU Baliho tersebut memang
bukan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK). “Akan tetapi Baliho itu sudah terpasang salah satu paslon yang
harus ditertipkan,” tambahnya. (cw3)

0 komentar: