Rabu, 14 Februari 2018

Komitmen Tak Terpancing Provokasi

SHARE
Jember, Motim - Aksi damai 212 yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (21/2) mendatang diawali dengan kegiatan penggalangan dukungan ke sejumlah titik keramaian di Kabupaten Jember. Kegiatan penggalangan dukungan kedua dilakukan di sekitar kawasan pasar Kecamatan Silo, Senin pagi (12/2).

Namun dalam kegiatan tersebut, diduga ada upaya dari sekelompok orang yang datang untuk melakukan provokasi. Namun beruntung para aktivis 212 tidak terpancing, sehingga tidak sampai terjadi bentrok massa yang menyebabkan kerugian.

Koordinator aksi damai 212 Kustiono Musri menceritakan, saat itu dirinya bersama beberapa aktivis yang lain berorasi dan menggalang dukungan di sekitar kawasan Pasar Sempolan, Kecamatan Silo. Yakni dengan membentangkan kain putih, dan menawarkan kepada para pengunjung pasar untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan pada aksi damai 212 yang akan dilakukan beberapa hari mendatang.

“Aksi yang kami lakukan di pasar sempolan ini, adalah kegiatan sosialisasi kami yang kedua, setelah sebelumnya dilakukan di sekitar Pasar Tanjung beberapa hari kemarin,” ujar Kustiono kepada sejumlah wartawan.

Namun saat pihaknya melakukan aksi tersebut, kata Kustiono, tiba-tiba datang sekelompok orang yang menyela dan memprotes rencana aksi 212. “Yang kesannya itu memang kurang bersahabat, dan bukan warga sekitar. Saat itu saat melakukan orasi, peserta yang mendukung aksi kami dan warga sekitar mengiyakan apa yang saya sampaikan. Tetapi mereka (sekelompok orang yang berseberangan) mengatakan tidak dengan niat memprovokasi,” jelasnya.

“Padahal kami saat berorasi, berkali-kali mengingatkan untuk saling menghormati, bagi yang mendukung silahkan tanda tangan, bagi yang tidak mendukung kami persilahkan untuk menghormati kegiatan yang kami lakukan, dan sebaliknya,” sambungnya.

Namun meski demikian, aksi tersebut tetap berjalan dengan lancar, dan aktivis aksi 212 tetap berusaha meredam emosi. “Mestinya setip orang menghormati pendapat orang lain, yang juga dilindungi oleh undang-undang. Alhamdulillah kami tidak terprovokasi, dan menyerahkan keamanan sepenuhnya kepada petugas polisi,” kata Kustiono yang menjaga keamanan dan ketertiban aksi tersebut.

Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Cak Kus ini menyampaikan, terkait aksi penggalangan dukungan berikutnya untuk menuju aksi damai 212, diyakini bahwa nantinya kegiatan tersebut akan berjalan dengan baik dan damai sesuai dengan visi misi yang disepakati.

“Saya yakin polisi sebagai penanggung jawab keamanan, akan menindak tegas jika ada sekelompok orang yang mencoba melakukan provokasi,” tegasnya.

Pantauan Memo Timur, dalam aksi penggalangan dukungan tersebut, banyak warga masyarakat yang membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan. Bahkan ada salah satu pemilik toko bahan makanan pokok yang menginstruksikan karyawannya untuk ikut mendukung aksi yang dilakukan oleh aktivis aksi damai 212 tersebut.

Salah satu warga sekitar, Rudi menyampaikan, dirinya mendukung aksi yang dilakukan oleh Kustiono, karena menurutnya kondisi di Kabupaten Jember saat ini semakin terpuruk. Bahkan dirinya mencontohkan saat ini diketahui banyaknya jalan berlubang di wilayah kecamatannya.

“Jalan-jalan protokol banyak yang berlubang, pernah beberapa bulan yang lalu tetangga saya ada yang kecelakaan karena tidak melihat ada jalan berlubang di sekitar pasar Pakusari sana. Jadi saya sepakat dengan yang dibilang orang yang teriak-teriak itu,” ujar Rudi sambil menunjuk Kustiono saat berorasi.

“Saya berharap, jalan-jalan itu diperbaiki, dan juga para buruh tani ini juga diperhatikan. Tetapi ini sudah dua tahun bupati yang baru itu. kalau tidak bisa baik, lebih baik mundur saja,” tegasnya. (sp)  



SHARE

Author: verified_user

0 komentar: