Lamongan, MotimNews. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan Khusnul Yaqin menyampaikan, dana desa (DD) sebaiknya digunakan dengan pola padat karya, yakni memanfaatkan potensi sumber daya atau tenaga kerja masyarakat desa setempat.
"Lewat pola padat karya nantinya, selain membangkitkan kepedulian warga terhadap desanya, dana yang tidak terserap untuk infrastruktur atau fisik bisa diputar digunakan untuk kegiatan usaha," kata Khusnul, kemarin.
Sejak digulirkannya DD pada 2015 hingga 2017, penggunaannya lebih diprioritaskan pada program infrastruktur, seperti pembangunan drainase, sekolah PAUD hingga fasilitas kesehatan desa.
"Di tahun 2015 sebanyaj 70 persen penggunaan untuk infrastruktur, sedangkan 30 persennya untuk pemberdayaan, seperti peningkatan keterampilan tingkat remaja PKK, peningkatan pengetahuan aparat, hingga pembukaan badan usaha milik desa (BUMDES) yang bakal menghasilkan PAD bagi desanya," kata Khusnul.
Sementara tahun ini, porsi penggunaan dana desa berubah. Porsinya mulai 60 persen infrastruktur dan 40 persen untuk pemberdayaan. "Peningkatan porsi pemberdayaan ini diharapkan kedepannya desa bisa lebih mandiri dan angka kemiskinan menurun," kata Khusnul.
Menurut Khusnul, perlunya perangkat desa membangun sarana olahraga, selain menggali potensi atau bakat olahraga juga bertujuan menjalin silaturrahim dan adanya tempat berkumpul warga.
Para perangkat desa bisa menggali dan meningkatkan potensi dimiliki desanya. “Misalnya desanya daerah pertanian maka diharapkan bisa membangun sendiri embung desa, sarana olahraga, dan bidang pengembangan pemberdayaan lainnya. (mim)

0 komentar: