Aparat kepolisian Polres Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran uang palsu yang dilakukan oleh tersangka Siti Mariam, warga dusun Krajan RT 04/RW.I Desa Tegalharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi.
Menurut Kapolres Banyuwangi AKBP Doni Adityawarman, modus yang digunakan tersangka dengan mengendarai mobil Avanza warna putih beroperasi di wilayah kecamatan Songgon membeli barang-barang seperti; minyak goreng rokok dan gula pasir dengan menggunakan uang yang diduga palsu.
Sebenarnya, pemilik toko pertama Muhamad Nurhasan, curiga uang yang digunakan tersangka saat membayar minyak goreng di tokonya. Kemudian Nurhasan menguntit tersangka yang membeli rokok di toko sebelah tempat usahanya.
Setelah memperhatikan dengan cermat ternyata nomor seri uang dibayarkan tersangka sama. Namun yang bersangkutan bisa melarikan diri. Akhirnya dengan kerja keras aparat tersangka berhasil ditangkap di rumahnya.
Kepada petugas tersangka menerangkan uang palsu yang digunakan diperoleh dari oknum yang mengaku tokoh agama di kabupaten Probolinggo dengan menukar uang palsu sebesar Rp. 3 juta dengan uang asli Rp. 1.5 dan transaksi di lakukan di salah satu SPBU di Gending Probolinggo.
Atas pelanggaran yang dilakukan, tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 3 Jo pasal 26 ayat 3 UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda pidana paling banyak Rp. 50 Milyar.
Adapun barang bukti yang diamankan petugas, lanjut dia, 1 Unit Mobil Avanza warna putih, 64 lembar pecahan Rp. 50 ribu yang diduga palsu, 1 Unit Hp Merk Venera, 1 liter minyak goreng, 1 bungkus rokok, 1 kilogram gula pasir dan uang tunai Rp. 115.000,- dari hasil yang kembali barang yang dibeli dengan uang yang diduga palsu.
Memasuki tahun 2018, Kapolres berharap agar masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu."Mudah-mudahan dalam Pilgub nanti tidak terjadi politik uang. Sehingga pesta demokrasi tetap bermartabat rakyat bisa menikmati dan apabila menemukan dugaan uang palsu masyarakat segera laporan kepada aparat kepolisian terdekat,” kata Doni. (nur)

0 komentar: