Selasa, 02 Januari 2018

LDII Gelar Munajat pada Malam Tahun Baru

SHARE
Banyuwangi - Lebih dari seribu generasi muda  Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi antusias mengikuti  mengikuti program kegiatan Pengajian Akhir Tahun yang digelar di masjid, musholla dan tempat majelis taklim yang tersebar di wilayah Banyuwangi.

Menurut, H Astro Djunaidi, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, acara pengajian dimulai dengan sholat Magrib berjamaah sampai dengan usai sholat subuh yang diisi dengan kultum, olahraga ringan dan bersih-bersih lingkungan.

"Selain membina dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, jajaran pengurus berupaya menumbuhkembangkan kepedulian untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam lingkungan. Salah satunya dengan melakukan gerakan membersihkan tempat kegiatan secara bersama-sama,"ujarnya.
H. Chiswanto Santoso, salah seorang wakil ketua DPP LDII yang membidangi Pendidikan Agama dan Dakwah dalam siaran persnya menuturkan memasuki penghujung tahun ini, kegiatan warga LDII di 34-propinsi difokuskan di masjid dengan pengajian bersama dan memanfaatkan momen pergantian tahun dengan berdoa atau bermunajat daripada melakukan kegiatan yang di luar yang lebih banyak mudhorotnya. 
"Kami memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiatan pengajian di masjid dimana kita bisa saling menguatkan diri dari sisi ibadah, bersilahturahmi dan berdoa bersama serta menanamkan sifat mujhid muzhid daripada merayakan tahun baru diluar yang cenderung pemborosan, menambah kemacetan dan tidak membangun karakter Islami” tegas Chiswanto.
Jajaran pengurus menjadikan pengajian akhir tahun sebagai tradisi untuk mengarahkan seluruh warganya pada sikap perilaku positif dengan melantunkan, memaknai Al Quran dan Al-Hadist serta contoh-contoh pengamalannya, nasehat-nasehat agama yang disampaikan ustadz-ustadz yang tersebar di seluruh pelosok negeri serta kegiatan pendidikan pelatihan ketrampilan oleh para pakar yang dan berbagi pengetahuan umum lainnya. 
Kita tidak boleh melakukan pembiaran perilaku jahiliyyah yang mengarah pada maksiat. Tantangan berat bagi generasi muda ke depan adalah melawan  pengaruh lingkungan sosial yang melaju cepat. Karena itu pembekalan agama dan pembinaan akhlaq sebagai pondasi perilaku harus dilakukan secara terus menerus sehingga terbentuklah generasi yang faqih agama, akhalqul kharimah serta mandiri, kreatif dan inovatif bisa terwujud, tambah pria asal Surabaya tersebut.
Pria berkacamata minus tersebut menambahkan kegiatan yang digelar dimaksudkan untuk memaintain kegiatan-kegiatan positif yang sudah dilaksanakan setahun penuh agar tidak rusak oleh kegiatan akhir tahun yang cenderung melanggar norma agama dan sosial, dan juga sebagai salah satu bentuk dan wujud konsistensi LDII dalam membina generasi muda.
Kegiatan pengajian serentak  akhir tahun disambut gembira seluruh warga, baik yang tinggal di kota masing-masing atau yang sedang bertamu di kota lain sebagai forum pembinaan rohani dan kesempatan bertatap muka dengan warga yang berprestasi dan siap berbagi. (nur)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: