Jember, MotimNews. Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat
Beragama (FKUB) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluarkan lima butir
pernyataan bersama terkait kekerasan dengan mengatasnamakan agama yang terjadi
di sejumlah tempat akhir-akhir ini.
Pernyataan bersama ini ditandatangani di kantor FKUB, Selasa
(13/2). Dari kalangan muslim, ada KH Abdul Muis, Moh. Muslim, Zainil Ghulam.
Kalangan Katolik diwakili Romo Suwaji dan dan J. Suhartono. Umat Hindu diwakili
Nengah Sukarya, dan umat Budha diwakili Djenal Aura Dharma.
FKUB Jember menilai, peristiwa penyerangan ulama di Bandung
dan gereja di Jogjakarta telah mencederai kebhinnekaan bangsa Indonesia.
"Maka kami mengecam tindakan kekerasan terhadap sejumlah kiai dan ustadz
serta rumah ibadah yang telah melukai kebhinnekaan dan semangat nasionalisme di
berbagai tempat di Indonesia," kata Muis.
Kedua, FKUB Jember menuntut presiden dan aparat penegak
hukum agar bersikap tegas dan segera menjatuhkan hukuman yang adil sesuai
konstitusi terhadap pelaku guna menjaga stabilitas negara.
"Ketiga, kami mengimbau kepada seluruh umat beragama
untuk menahan diri dan tidak terprovokasi terhadap aksi yang akan menimbulkan
retaknya kerukunan di negeri kita," kata Muis.
FKUB mengutuk segala bentuk kekerasan berbau suku, agama,
ras, dan antargolongan, karena dapat mengadu domba umat beragama.
"Terakhir, kami mendesak pimpinan daerah (bupati, kapolres, kejaksaan, dan
Kementerian Agama) untuk segera duduk bersama menjaga stabilitas di Kabupaten
Jember, karena Jember dan Banyuwangi pernah mengalami sejarah kelam terkait isu
santet pada 1998 lalu," kata Muis. [ryz]

0 komentar: