Situbondo, Motim . Hujan lebat yang turun secara mendadak, membuat dua unit dump truk yang sedang muat sirtu terjebak banjir di aliran Sungai Melati di Dusun Trebungan Timur, Desa Trebungan, Kecamatan Mlandingan, Selasa (6/2) sore.
"Dua truk yang sedang mengangkut sirtu dan terjebak banjir di aliran sungai itu, terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Sedangkan hujan turun di daerah selatan sekitar pukul 14.00 WIB," ungkap Kusnadi, warga Desa Sumber Anyar, Kecamatan Mlandingan.
Pantauan di sekitar aliran sungai Melati atau biasa disebut aliran Sungai Dam Gayam itu, tampak banyak warga menyaksikan dua dump truk nopol AD 1795 PR dan W 8035 CB sedang terjebak banjir di aliran sungai. Masing-masing body dua unit dump truk tersebut, tampak dalam kondisi diikat dengan menggunakan tali tampar ke sejumlah pohon yang berada di pinggir sungai.
Untuk proses evakuasi kendaraan, sejumlah anggota BPBD Situbondo bersama pihak kepolisian, TNI bersama pihak desa setempat dan Kecamatan Mlandingan dengan dibantu sejumlah warga berusaha untuk mengevakuasi dengan cara ditarik oleh dump truk lainnya dari atas jembatan dengan menggunakan tali tampar dan kawat baja.
Namun karena kondisi medan yang sulit ditambah lagi cuaca ekstrim dan besarnya debit air yang mengalir di aliran sungai, mengakibatkan proses evakuasi dua unit dump truk tersebut terhambat dan sempat dihentikan.
Informasi terhimpun, dua unit dump truk itu memang melakukan pengambilan pasir dan batu koral di lokasi aliran sungai Dam Gayam sejak Senin (5/2). Lantaran di situasi di aliran sungai pada hari Selasa (6/2) tampak aman dan tidak terjadi hujan, dua dump truk tersebut kembali datang untuk mengambil muatan dengan menggunakan tenaga manusia atau peralatan manual.
Sayang, mesin dump truk AD 1795 PR yang posisi kendaraannya berada di sisi barat dan dikemudikan Syamsul (36) warga Desa Sawahan, Kecamatan Subuh mendadak tidak bisa dihidupkan setelah bak truk sudah terisi pasir dan batu koral hingga penuh.
Akibat tidak bisa nyala, secara otomatis dump truk W 8035 CB yang berada di sebelah timur dan di dikemudikan oleh Nur Fauzi (39) asal Jember, tak bisa jalan.
Saat sopir dump truk AD 1795 PR mencoba menghidupkan mesin mobilnya beberapa kali, tiba-tiba air besar dan cukup deras datang dari hulu hingga membuat dua unit dump truk tersebut kian terjebak di aliran sungai.
Beruntung, dua pengemudi dump truk itu berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat keluar dari dalam kabin mobil setelah melihat kondisi air yang datang secara tiba tiba itu kian deras dan besar.
"Airnya sampai masuk ke mesin hingga membuat mesin mobil kian tak bisa dihidupkan," ungkap Syamsul, sopir salah satu dump truk.
Dalam waktu kurang lebih selama 9 jam terjebak air, dua unit dump truk itu akhirnya berhasil di evakuasi keluar dari aliran sungai.
"Pihak pemilik mobil bersama pihak desa, kecamatan, anggota kepolisian, TNI, BPBD dengan dibantu sejumlah warga bisa mengevakuasi dua unit dump truk itu, sekitar pukul 21.45 WIB," ungkap Camat Mlandingan, Agung. (kim/fin)

0 komentar: