Kamis, 08 Februari 2018

Ada Dua Ribu Lebih Kasus Kanker Sejak 2015

SHARE
Lumajang, Motim. Kasus kanker di Lumajang nampaknya terbilang tinggi. Dinas Kesehatan Lumajang mencatat ada 2.257 kasus sejak 2015 hingga 2017. Jumlah ini merupakan kasus yang ditangani oleh rumah sakit di Lumajang.
Namun jumlah tersebut diyakini bisa lebih banyak, karena ada penderita kanker yang tidak menjalani perobatan. Kepala Dinas Kesehatan dr. Triworo Setyowati mengatakan, pihakbya kesulitan untuk mendata penderita yang tidak berobat atau menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari data kasus yang ada, merupakan penderita yang sudah menjalani rawat inap dan rawat jalan di di RSUD dr. Haryoto dan RS Bhayangkara. Jumlah terbanyak berada di RS dr. Haryoto yang mencapai 844 penderita menjalani rawat inap. Dan ada 1.282 penderita menjalani rawat jalan. Sedangkan di RS Bhayangkara ada 131 penderita.
Dengan jumlah yang ada ini, Triworo tidak bisa mengatakan jumlah kasus kanker di Lumajang mengalami peningkatan atau penurunan tiap tahunnya. “Karena masih ada penderita yang tidak terdata, ada yang tidak berobat ke rumah sakit,” katanya, Rabu (7/2).
Dari jumlah tersebut, ada 4 jenis kanker yang paling sering menyerang warga Lumajang. Yakni kanker payudara, kanker cervik, kanker usus, dan kanker hati.
Namun secara nasional, kasus kanker semakin tinggi di Indonesia. Bahkan diprediksi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penyakit ini meningkat 7 kali lipat di 2030. Bahkan dari Serikat Pengendalian Kanker Internasional (UICC) mengeluarkan peringatan ada peningkatan hingga 300 persen.
“70 persen diantaranya akan terjadi di negara berkembang seperti Indonesia,” ucap Triworo.
Upaya pencegahan kanker di Lumajang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Triworo menyebut, 43 persen dari kasus kanker dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat. Sedangkan 30 persen diantaranya dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati sejak dini.
“Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan resiko penyakit kanker,” katanya.
Salahsatu program yang dicanagkan untuk menerapkan hidup sehat guna melakukan pencegahan adalah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Beberapa inti dari program ini adalah mengajak masyarakat rajin aktifitas fisik dan cek kesehata secara rutin.
“Seperti cek arus puncak espirasi dan deteksi dini kanker leher rahim,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk memperingati Hari Kanker Seduni yang jatuh tiap 4 Februari, Dinas Kesehatan telah menggelar sejumlah kegiatan. Seperti donasi untuk peduli kanker, screening di masyarakat untuk kanker leher rahim, dan aksi peduli kanker di acara Tilik Desa. (fit)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: