Lumajang, MotimNews. Pengundian nomor urut pasangan
calon (paslon) bupati dan wakil bupati untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Lumajang 2018 sudah dilaksanakan, Selasa (13/2) di Hall Hotel Prima.
Dalam
pengundian itu, ketiga paslon yang ada, mendapat nomor urut sesuai yang
diinginkan.
Ketiga paslon sebelumnya berharap
mendapat nomor urut sesuai dengan simbol jari kampanye. Simbol jari
masing-masing paslon berbeda jumlahnya. Ada yang satu, dua, dan tiga jari.
Paslon Thoriqul Haq - Indah
Amperwati yang menggunakan simbol jempol atau ibu jari, mendapat nomor urut
satu. Jempol, diartikan oleh mereka sebagai Lumajang yang hebat dan
bermartabat.
Paslon As'at Malik - H. Toriq,
mendapat nomor urut dua. Hal ini sesuai dengam simbol jari kampanye yang
digunakan keduanya. Yakni dengan menunjukkan ibu jari dan jari telunjuk
membentuk huruf L. Simbol jari L digunakan untuk mengungkapkan kata 'Like'
dalam kalimat I Like Lumajang.
Sedangkan paslon H. Rofik - Nurul
Huda mendapat nomor urut terakhir atau tiga. Nomor ini sesuai juga dengan
simbol jari mereka. Yakni tiga jari yang terdiri dari jari kelingking, jari
manis, dan jari tengah.
Pengundian nomor urut ini
berlangsung dengan aman. Selanjutnya KPU Lumajang akan melakikan koordinasi
dengam semua tim pemenangan paslon. Untuk membahas mekanisme kampanye sesuai
dengan aturan.
Kampanye akan dimulai pada 15
Februari mendatang. Sebelum itu, para paslon belum diperbolehkan curi start
untuk kampanye. "Jadi sejak penetapan paslon pada 12 Februari hingga 14
Februari, masih belum boleh untuk kampanye," kata Ketua KPU Lumajang Siti
Midawiyah.
Kemudian semua alat peraga
kampanye (APK) yang sebelumnya sudah terpasang harus dibersihkan. "APK
yang sudah terpasang lebih dulu harus diturunkan. Hal ini akan kita bahas
dengan tim pemenangan," pungkasnya. (fit)

0 komentar: