Rabu, 08 Agustus 2018

Untuk Menutupi Biaya Operasional, JFC Ngamen Cari Anggaran

SHARE

Jember, Motim. Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) -17 tahun 2018 memiliki harga tiket yang dinilai cukup mahal, jika ingin menonton di sekitaran Alun-alun Jember. Bahkan banyak warga yang mengkritisi mahalnya harga tiket tersebut.

Namun pihak JFC menanggapi kritikan tersebut, alasan dari diadakannya tiket untuk menonton secara dekat dengan dipayungi tenda di sekitaran alun-alun kota Jember, bertujuan untuk menutup kebutuhan anggaran operasional yang dibutuhkan JFC. Diantaranya biaya keamanan, biaya kebersihan masjid yang biasanya penonton melaksanakan ibadah salat dan menggunakan toilet masjid saat menonton JFC, biaya menyewa tenda, dan akomodasi lain yang dibutuhkan dalam gelaran JFC tersebut.

Menanggapi hal tersebut, David Kristian Susilo, Development Program JFC  menyampaikan, dengan harga tiket JFC yang dinilai terlalu mahal, hal itu merupakan persepsi yang salah di tengah masyarakat. Karena sebenarnya, harga tiket tersebut sudah sesuai dengan pertimbangan, bertujuan untuk menutup biaya operasional yang dibutuhkan JFC.

“Karena gelaran JFC ini, kami tidak melibatkan sponsor dari pihak manapun. Bahkan untuk logo Pemkab Jember tidak kita cantumkan dalam tiket, ID card, dan banner-banner JFC,” ujar David saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Ia menjelaskan, atas pertimbangan tersebut, sehingga JFC untuk dapat terus menggelar kegiatan rutin tahunannya, mencari solusi dengan segala cara, agar gelaran yang telah membawa nama Jember itu tetap eksis.

“Segala cara kami lakukan, bahkan istilahnya kita mengamen, berkeliling untuk mencari penghasilan yang digunakan untuk menutup biaya operasional yang kita butuhkan untuk gelaran JFC setiap tahunnya. Bahkan tahun ini saja, kita sudah melakukan 83 kali even, atau istilahnya tiap seminggu sekali kita melakukan show untuk mendapatkan anggaran itu,” ungkapnya.

Kemudian sisa dari biaya yang dibutuhkan untuk menggelar acara JFC-17 bertajuk AsiaLight itu, kata David, pihaknya mencari penghasilan dari menjual tiket bagi masyarakat yang ingin menonton dan melihat secara dekat para talent JFC itu.

“Namun dari seat (kursi, red) yang kita jual, tidak semuanya ditiketkan. Contoh untuk gelaran JFC dari hari pertama sampai keempat. Kita menyediakan 1500 seat, tetapi yang kita jual hanya 300 seat. Sisanya kita bagikan gratis, untuk komunitas, relasi kita, dan orang tua dari peserta,” terangnya.

Namun untuk harga tiket yang dijual, katanya, bervariasi sesuai dengan kelas yang ditentukan. Bahkan menurut David, harga tiket untuk gelaran hari pertama sampai keempat masih dinilai cukup murah. Diketahui untuk kelas Silver harganya Rp 25 ribu, Gold Rp 50 ribu, dan Platinum Rp 75 ribu.

“Harga itu berlaku untuk gelaran JFC, Pets Carnival, Kids Carnival, Artwear Carnival, dan WACI Carnival. Tetapi untuk Grand Carnival nanti hari Minggu, 12 Agustus 2018, harganya beda lagi,” tandasnya.

David menjelaskan, untuk gelaran Grand Carnival JFC, pihaknya menyediakan 4000 kursi bagi para penonton yang ingin lebih dekat melihat talen JFC secara dekat, secara nyaman dan enak bagi wisatawan.

“900 seat yang kita jual dengan 3 variasi harga, dari Rp 500 ribu untuk 400 seat yang sudah dibeli para pengusaha dari Surabaya, Jakarta, dan relasi-relasi yang ingin lihat JFC dari dekat, Rp 300 ribu, dan Rp 200 ribu,” tandasnya. (ata)  

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: