Sabtu, 10 Februari 2018

Bondowoso Zona Merah HIV/AIDS

SHARE
Bondowoso, Motim. Kabupaten Bondowoso masuk zona merah penderita HIV/AIDS. Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Sugiyanto.

Menurut Sugiyanto, jumlah penderita HIV/AIDS di Bondowoso tersebar di semua kecamatan. Total penderita mencapai 192 orang. Dari jumlah tersebut, yang mau berobat 70 orang.

 “Semua Kecamatan Kabupaten Bondowoso sudah zona merah. Sampeyan mau nunjuk kecamatan mana saja sekarang sudah ada. Puskesmas sering melakukan sosialisasi dan terus melakukan penjaringan penyuluhan bahayanya HIV/AIDS. Maaf kita tidak bisa menunjuk kecamatan dimana, tapi semuanya kecamatan sudah sona merah,” ujar Sugiyanto.

Orang yang mudah terkena penyakit HIV/AIDS, tambah Sugiyanto, orang yang berperilaku sering berhubungan seks dengan gonta-ganti pasangan. Salah satu ciri pengidap HIV/AIDS apabila mengalami diare cukup lama dan tidak kunjung sembuh. 
“Berat badannya turun drastis, Sariawan, badan panas (suhu tinggi) tidak turun-turun, lidah berwarna putih hingga bisa mengelupas serta kemaluan (alat vital red) baik laki maupun perempuan keluar jamur,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang sudah terkena HIV/AIDS, mendapat fasilitas  perawatan di RSUD secara gratis. Tinggal yang bersangkutan, mau atau tidak dilakukan konseling. 
Selama dilakukan Konseling, kata Sugiyanto, dianjurkan pasien untuk minum obat Anti Retroviral Virus (ARV) agar bisa kebal. Tapi HIV/AIDS sendiri tidak bisa hilang atau sembuh dengan obat ARV, cuma pasien hanya bisa bertahan.

Lebih tegas dikatakan Sugiyanto, HIV/AIDS tidak akan bisa menular selama tidak melakukan hubungan badan. Penyakit itu menular apabila seseorang terkena lendir dan luka dari penderita HIV/AIDS.

Permasalahan lain yang berdampak sangat tinggi bagi penularan virus AIDS adalah remaja yang meninggalkan rumah/minggat menjadi anak jalanan, dan tuna susila yang melakukan seksual aktif dan pecandu narkoba secara bebas dan tidak terjaga kebersihan dan kesehatannya. 

“Pola dan gaya hidup barat sebagai konsekuensi modernisasi, telah menyebabkan perubahan-perubahan nilai kehidupan yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral, etik, dan agama, termasuk nilai-nilai hubungan seksual antar individu,” pungkasnya. (cw3)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: