Minggu, 11 Februari 2018

Bedah Rumah Janda dengan Dana Swadaya

SHARE
Jember, Motim. Melihat gubuk tinggal Siti Aminatun alias Mbah Tun (68) warga Dusun Krajan, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, tidak dapat perhatian pemerintah, belasan orang yang tergabung di grup facebook adakan bedah rumah. Mbah Tun merupakan janda yang selama ini tinggal sendiri di rumah tersebut.

“Pelaksanaan bedah rumah kali ini milik Mbah Tun, seorang janda tua yang tinggal sendirian di rumahnya. Kami memilih disini karena sangat prihatin dengan keadaan gubuknya, yang sangat reot, dindingnya berlubang dan bila hujan turun pasti bocor. Serta juga tidak adanya perhatian dari pemerintah,” kata Koordinator Komunitas Medsos Yudha edy saat dikonfirmasi, Minggu (11/2).

Menurut Yudha, komunitasnya telah berkoordinasi dengan pihak Kepala Desa Balung Kulon. Tetapi tidak mendapat respon, dengan alasan Mbahwa tanah yang ditempati Mbah Tun bukan miliknya. Pihak desa juga mengatakan bahwa Mbah Tun mengalami gangguan kejiwaan. Padahal saat berkomunikasi dengan komunitasnya, Mbah Tun pembicaraannya lancar.

“Alasan dari pihak desa, tanah yang ditempati oleh Mbah Tun bukan tanah miliknya. Tetapi saya berkoodinasi dengan ketua RT setempat dan Mbah Tun, jika tanah yang ditempatinya itu merupakan milik adiknya yang saat ini berada di Jawa Tengah. Lalu kami bersama ketua RT di sini sudah meminta izin kepada adiknya Mbah Tun dan beliaua mengizinkan,” jelas Yudha.

Yudha mengatakan, untuk bahan perbaikan didapat dari bentuk swadaya dari anggotanya. Sedangkan menurut informasi di sekitar keseharaian dari Mbah Tun sendiri tidak bekerja, hanya saja bila musim panen padi dia mencari sisa padi di sawah.

“Mbah Tun sendiri disini tidak ada sanak family, sedangkan untuk makan didapat dari belas kasihan warga setiap harinya. Jadi tidak mungkin untuk memperbaiki rumahnya sendiri, dibuat makan saja susah. Makanya kami terketuk hati, untuk memperbaiki rumahnya, karena dari pemerintah sendiri tidak ditanggapi,” tutur Yudha.

Sementara ketua RT.03 Dusun Krajan Irham menyatakan sangat berterima kasih atas perhatian dari komunitas Media Sosial, atas terwujudnya rumah yang sedikit layak buat Mbah Tun.

 “Saya sangat berterima kasih mas, kepada teman-teman komunitas yang telah membantu memperbaiki rumah warga saya. Mudah-mudahan mereka mendapat balasan yang setimpal dari yang diatas, memang selain tinggal seorang diri. Gubuk dari Mbah Tun sendiri sangat kurang layak, dimana dinding yang terbuat dari bambu dalam keadaan bolong,” pungkasnya. (*)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: