Sabtu, 10 Februari 2018

Aktifkan Bakorpakem Sebagai Langkah Preventif

SHARE
Jember, Motim. Sebagai langkah preventif terkait laporan gerakan intoleransi yang terjadi di salah satu lokasi di Kabupaten Jember, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember akan segera mengaktifkan dan berkoordinasi terkait fungsi Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem).
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kejari Jember Ponco Hartanto saat melakukan koordinasi dengan Gerakan Pemuda Ansor Jember beberapa waktu lalu. Kajari Jember yang juga Koordinator Bakorpakem Jember mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait gerakan intoleransi ini.
“Nanti segera kita lakukan rapat koordinasi Bakorpakem bersama dengan sejumlah pihak termasuk tokoh masyarakat,” jelas Ponco kepada sejumlah wartawan, kemarin. Koordinasi tersebut, lanjutnya, akan dilakukan pihaknya dengan melibatkan tokoh agama, alim ulama, Kementerian Agama, TNI dan Polri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Karena itu tupoksi kami. Pasti segera kita lakukan langkah-langkah,” ucapnya. Dirinya mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan pihaknya tentunya untuk mencegah agar hal ini tidak semakin meluas apalagi kemudian menimbulkan perpecahan horizontal di masyarakat.
“Kita antisipasi agar tidak semakin meluas,” katanya. Sebab, katanya, memang tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Terutama untuk menentukan apakah yang dilakukan oleh sekelompok orang ini memang bertentangan dengan ajaran agama yang ada di Indonesia saat ini.
“Kalau kami yang menyampaikan kan kurang pas. Yang paling pas tentu yang berkompeten seperti MUI dan tokoh agama,” terang Ponco. Sehingga dengan hasil kajian tersebut, maka akan pas hasilnya. Sehingga nantinya akan ditemukan jawaban dari ahlinya untuk disampaikan kepada masyarakat.
Menurut Ponco, untuk laporan gerakan intoleransi ini diakuinya yang masuk kepada pihaknya masih satu titik. Yakni yang terjadi datangnya sejumlah anak muda yang berbeda cara menjalankan ibadah dengan masyarakat sekitar. Ini sempat membuat masyarakat sekitar resah. Hal ini jugalah yang sempat menjadi bahan koordinasi GP Ansor dengan Kajari Jember.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi mengatakan, jika langkah koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan Kajari Jember memang dalam rangka munculnya gerakan intoleransi di masyarakat Jember. Untuk hal ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Jember beberapa waktu sebelumnya.
Menurut Ayub, pihaknya yang mendapatkan laporan dari masyarakat bawah tidak ingin gegabah dalam menyikapinya. “Jadi kami memang meminta untuk Kajari melalui Bakorpakem untuk mengantisipasi hal ini,” ucap Ayub. Sehingga diharapkan memang segera ada langkah penanganan dari aparat pemerintah yang ada.
“Jika dibiarkan, kami khawatir akan membuat keresahan dan mengarah pada gesekan di masyarakat,” imbuhnya. (cw2) 


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: